press enter to search

Selasa, 29/09/2020 11:17 WIB

Ilmuwan Ungkap Alasan Orang Mengantuk Saat Bosan

Prima | Senin, 02/10/2017 22:59 WIB
Ilmuwan Ungkap Alasan Orang Mengantuk Saat Bosan Ilustrasi Mengantuk atau Menguap

JAKARTA, (aksi.id) - Ilmuwan Mengungkap sebuah alasan kenapa kita mengantuk saat bosan. Wilayah otak yang sama, yang membantu kita menikmati makanan dan seks terlibat mengantarkan kita serasa mengantuk atau tidur.

Para ilmuwan dari Universitas Tsukuba di Jepang menjelaskan bahwa bagian otak manusia ini dipadati oleh reseptor untuk satu molekul yang membuat kita mengantuk. Baik Andan melakukan istirahat malam yang penuh atau tidak sama sekali, pusat kesenangan di otak Anda akan membuat Anda mengantuk jika seseorang merasa bosan.

Kebiasaan tidur yang terbawa bosan tampaknya tidak berbeda dengan tidur biasa, dan keduanya bisa dilawan dengan kafein, menurut penelitian tersebut. Para peneliti Jepang sendiri menemukan bahwa nucleus accumbens di otak depan kita memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk menginduksi tidur.

Nucleus accumbens ini memainkan peran kunci dalam sistem otak, yang melepaskan dopamin dan membuat kita merasakan kesenangan saat kita melakukan hal-hal yang produktif untuk kelangsungan hidup kita, seperti makan, menghidrasi, berhubungan seks atau bahkan bersosialisasi.

"Kita merasa lelah sesuai dengan jam biologis, tapi perilaku tidur atau bangun juga dipengaruhi oleh faktor kognitif dan emosional," ungkap penulis studi itu sebagaimana dikutip daily mail.

Nucleus accumbers memiliki banyak reseptor yang merespon neurotransmitter, yang disebut adenosine, yang membantu mengatur sklus tidur dan bangun.

Yo Oishi dari Universitas Tsukuba mengatakan, "adenosin somnogen klasik adalah kandidat kuat untuk membangkitkan efek tidr di nucleus accumbens."

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications, tidr yang cukup tidaklah banyak mencegah Anda dari keinginan tidur siang saat Anda bosan.

Kafein dan adenosin bagian dari keluarga kimia yang sama. Kafein pada dasarnya mempermainkan reseptor adenosin. Jadi, begitu molekul kafein mengikat dengan reseptor tersebut, tidak akan meespon sinyal mengantuk adenosin.

Penemuan ilmuwan ini bisa membantu bagi para insomnia atau kesulitan tidur pada malam hari.