press enter to search

Selasa, 20/10/2020 09:36 WIB

Konglomerat Pangeran Alwaleed bin Talal Termasuk yang Ditahan Arab Saudi

Redaksi | Minggu, 05/11/2017 14:15 WIB
Konglomerat Pangeran Alwaleed bin Talal Termasuk yang Ditahan Arab Saudi

RIYADH (aksi.id) - Salah satu nama besar yang ditangkap pemerintah Arab Saudi adalah Pangeran Alwaleed bin Talal.

Sejumlah media menyebut, penangkapan konglomerat Pangeran Alwaleed ini diyakini akan menimbulkan gejolak baik di dalam negeri Arab Saudi dan pusat-pusat keuangan global.

Mengapa demikian? Siapa Pangeran Alwaleed bin Talal ini?

Pangeran Alwaleed, salah satu orang terkaya di dunia, adalah pengendali perusahaan investasi Kingdom Holding.

Perusahaan ini memiliki saham di banyak perusahaan kelas dunia seperti News Corp, Time Warner, Citigroup, Twitter, Apple, Motorola, dan banyak perusahaan ternama lainnya.

Selain itu, Alwaleed juga mengendalikan jaringan televisi satelit yang ditonton di seluruh Arab Saudi.

Dengan kekayaan dan kekuasaannya, Alwaleed menjadi sosok yang dianggap sebagai "orang luar" keluarga Kerajaan Saudi.

Dia kerap berbicara blak-blakan atas berbagai macam isu, misalnya Alwaleed secara terbuka mendukung hak perempuan mengemudi jauh sebelum Kerajaan Saudi memberi izin.

Selain itu, sudah sejak lama Alwaleed mendudukkan perempuan di sejumlah posisi penting di perusahaannya.

Pada 2015, Alwaleed berjanji akan mendonasikan kekayaannya sebanyak 32 miliar dolar saat dia meninggal dunia kelak.

Belum jelas apakah penangkapan ini akan disusul dengan penyitaan aset milik Pangeran Alwaleed.

Nama Pangeran Alwaleed juga tercatat dalam kelompok investor yang membeli saham mayoritas Plaza Hotel, New York dari Donald Trump.

Tak hanya itu, Alwaleed juga pernah membeli sebuah kapal layar mewah yang amat mahal dari pengusaha yang kini menjadi Presiden Amerika Serikat itu.

Meski memiliki hubungan bisnis yang panjang dengan Trump, hal itu tak menghalangi Alwaleed untuk mengkritik Trump.

Lewat akun Twitter-nya pada 2015, Alwaleed menyebut Trump sebagai "aib tak hanya untuk Partai Republik tetapi untuk bangsa Amerika Serikat".

Trump kemudian membalas dengan menyebut Alwaleed berusaha mengendalikan politisi AS dengan menggunakan uang ayahnya.

Sebelum berseteru dengan Trump, Alwaleed juga pernah membuat berita saat dia menyumbang uang sebesar 10 juta dolar AS untuk keluarga korban tragedi 11 September.

Namun, wali kota New York saat itu Rudolph Giuliani mengembalikan sumbangan itu setelah Alwaleed mengomentari kebijakan luar negeri AS terutama di Timur Tengah. (ray/sumber: kompas.com).