press enter to search

Jum'at, 21/09/2018 09:15 WIB

DR. Elly Adriani Sinaga: Keliru Batasi Truk di Jalan Tol Tanpa Solusi

Redaksi | Senin, 13/11/2017 10:49 WIB
DR. Elly Adriani Sinaga: Keliru Batasi Truk di Jalan Tol Tanpa Solusi Dr. Elly Adriani Sinaga, MSc

JAKARTA (aksi.id) -Pakar transportasi Dr. Elly Adriani Sinaga, MSc, menilai pembatasan operasional truk di jalan tol dalam kota dan Cikampek tanpa solusi merupakan kebijakan amat keliru.

Doktor di bidang transportasi dari Liege University Belgia itu mengutarakan pembatasan truk memang mengurangi kemacetan di jalan tol. "Tetapi hanya sedikit dan sebentar," tutur penyandang M.Sc dari Imperial College, London, tersebut kepada Aksi.id, Senin (13/11/2017).

Namun dia mengingatkan pembatasan itu sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan aspek efek lalu lintas, tetapi juga wajib mempertimbangkan efek perekonomian. "Indonesia ini traffik masih 90 persen menggunakan jalan raya. Dengan demikian, arus logistik juga masih didominasi penggunaan truk," ujarnya.

Pakar yang sering diundang untuk berbicara di sejumlah institusi di Asia itu mengemukakan pembatasan truk di jalan tol dikhawatirkan akan mengganggu arus logistik. "Data memperlihatkan mayoritas  arus logistik Indonesia berada di kawasan Jabodetabek. Lalu yang mayoritas itu terhambat kelancaran arusnya, bagaimana dengan efek terhadap perekonomian nasional? Karenanya pertimbangkan efek ini," cetusnya.

Lagipula kemacetan di jalan tol, Mantan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) itu mengutarakan disebabkan oleh pembangunan secara bersamaan sejumlah infrastruktur, termasuk LRT dan Tol Cikampek eleveted. "Lalu mengapa pula truk yang harus disalahkan sebagai penyebab kemacetan," ujarnya.

SOLUSI

Elly Adriani Sinaga menuturkan sebaiknya bersamaan dengan disusunnya kebijakan pembatasan truk di jalan tol, maka diiringi dengan penyusunan solusi lain. Contohnya, segera mengoperasikan lebih banyak kapal dan pelabuhan dalam skema coastal shipping atau sea short shipping.

"Jadi kalaupun operasionalnya dibatasi di jalan tol, tetapi ada pilihan bagi truk itu untuk menggunakan kapal. Jangan lantas mereka dipersilakan untuk melewati jalan arteri, yang sudah jelas macetnya," ujarnya.

Dia mengemukakan sebenarnya Kementerian Perhubungan dan pihak pelayaran sudah begitu bersemangat untuk menggenjot coastal shipping tersebut. "Tinggal mengakselerasi saja," tegas perempuan kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, ini (awe).