press enter to search

Jum'at, 21/09/2018 08:47 WIB

DR Elly A Sinaga: Petugas Helper Bandara Soekarno-Hatta Diam-Diam Pertontonkan Revolusi Mental

Redaksi | Senin, 20/11/2017 15:48 WIB
Helper di Bandara Soekarno-hatta

TANGERANG (aksi.id) - Selalu tersenyum. Menyapa dengan ramah. "Dan mereka tidak mau dikasih uang tip," demikian komentar pakar transportasi DR Elly A Sinaga tentang petugas helper di bandara kelolaan PT Angkasa Pura II.

Kepada Aksi.id dan BeritaTrans.com, Senin (20/11/2017), doktor di bidang transportasi dari Liege University Belgia itu dan penyandang gelar  M.Sc dari Imperial College, London, itu menuturkan sering kali bepergian melalui Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu, Bandara Silangit dan lainnya.

Elly menceritakan pengalamannya dua minggu lalu pulang dari Korea Selatan setelah berbicara di forum transportasi regional di sana. "Di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, banyak petugas heler di dekat conveyer belt. "Di antara mereka, menawari bantuan kepada saya untuk mengambilkan bagasi dan meletakkannya di troli," tuturnya.

Setelah bagasi itu berada di troli, Elly mengemukakan petugas itu mendorong hingga batas ruang terminal. "Dia bilang, sampai di sini tugas saya, ya Bu. Selanjutnya petugas helper di luar yang akan melayani. Saya mau kasih uang, tetapi dia nggak mau. Dipaksa pun nggak mau," ungkap dosen di Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti itu.

Begitu ke luar, dia mengungkapkan ada petugas helper lainnya menawarkan diri untuk membantu mendorong troli. Petugas itu juga membantu menaikkan barang ke mobil. "Saya sodorkan uang tip. Dia juga nggak mau. Alasannya, sudah digaji oleh PT Angkasa Pura II," tutur mantan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) itu.

Realitas pelayanan sperti itu juga dialaminya ketika hendak terbang dari Bandara Soekarno-Hatta. "Saya pikir hebat sekali Angkasa Pura II bisa menciptakan pelayanan seperti ini. Dua jempol deh buat direksinya, terutama Pak Dirut. Mereka membangun pelayanan tidak hanya berbasis digital, tetapi juga tanpa uang tip. Ini revolusi mental sesungguhnya. Pak Jokowi mestinya bangga," ujarnya.

Meski demikian, dia mengingatkan heelper juga manusia, yang kadang mengalami lelah. "Jadi jangan ketika mereka sedang beristirahat, lalu disebut malas-malasan. Pada sisi ini, memang Angkasa Pura II patut menjaga kinerja mereka. Oh ya satu lagi, usahakan mereka menggunakan parfum," usulnya.

Hal senada dikemukakan Kepala Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno, ST, MT. Dia menuturkan PT Angkasa Pura II telah mengedukasi kepada publik tentang budaya pelayanan berbasis good governance dan berorientasi kepada kepuasan pelanggan.

Pada sisi lain, dia mengutarakan PT Angkasa Pura II telah menunjukkan kepada dunia tentang wajah Indonesia, yang ramah dan melayani dengan tulus. "Jangan lupa bahwa bandara merupakan landmark atau gerbang satu negara. Turis mancanegara akan mendapatkan persepsi bagus terlebih dulu di bandara," cetusnya.(awe).