press enter to search

Jum'at, 21/09/2018 03:46 WIB

Situs Web Top Dunia Rekam Semua Kegiatan Kita

Prima | Minggu, 26/11/2017 16:44 WIB
Situs Web Top Dunia Rekam Semua Kegiatan Kita Ilustrasi Pencurian Data Pribadi

JAKARTA, [aksi.id] -- Ratusan situs web top dunia merekam semua kegiatan yang kita lakukan, termasuk penekanan tombol, gerekan mouse dan perilaku bergulir Anda. Semua ini terungkap dalam sebuah laporan baru, seolah-olah mereka "melihat dari balik bahu Anda".

Terlebih lagi, mereka mengirimkan informasi ini ke perusahaan pihak ketiga "session replay" dan mereka dapat mencuri identitas dan melakukan aksi penipuan online.

Peneliti Princeton University telah menemukan bahwa 482 dari 50.000 situs top Alexa melakukan ini. Praktik tersebut dapat menyebabkan informasi pribadi yang sensitif bocor.

Hal ini dapat mencakup hal-hal seperti alamat, kondisi medis dan rincian kartu kredit, yang juga dapat dikaitkan dengan nama Anda. Kemudian dapat menjadikan Anda target penipuan online atau pencurian identitas.

"Tujuan lain dari pengumpulan data ini mencakup pengumpulan wawasan tentang bagaimana pengguna berinteraksi dengan situs web dan menemukan halaman yang rusak atau membingungkan. Namun, tingkat data yang dikumpulkan oleh layanan ini jauh melebihi ekspektasi pengguna ... Data ini tidak dapat diperkirakan akan disimpan tanpa nama," beber Steven Englehardt, salah satu peneliti, dalam sebuah posting blog.

Para peneliti menganalisis tujuh perusahaan replay sesi yang populer dan menemukan bahwa beberapa situs web yang menggunakan layanan mereka, mengirimkan informasi pribadi pengguna kepada mereka.

"Untuk secara efektif menerapkan mitigasi ini, penerbit perlu mengaudit setiap elemen masukan secara aktif untuk menentukan apakah data tersebut berisi data pribadi," kata Englehardt.

"Ini rumit, rawan kesalahan dan mahal, terutama karena situs atau kode aplikasi web yang mendasari berubah dari waktu ke waktu."

Akibatnya, rekaman tersebut mencakup lebih banyak data daripada yang seharusnya. Mulai dari nama pengguna, nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa, nomor CVV dan alamat penagihan, kata kunci dan bahkan nama dokter serta obat mereka.

"Meningkatkan pengalaman pengguna, merupakan tugas penting bagi penerbit. "Namun seharusnya tidak datang dengan mengorbankan privasi pengguna," kata Englehardt.

Artikel Terkait :

-