press enter to search

Jum'at, 20/04/2018 00:28 WIB

Kirim Sapi Pakai Kapal Ternak dari Bali ke Jakarta Malah Lebih Mahal

Redaksi | Selasa, 30/01/2018 09:09 WIB
Kirim Sapi Pakai Kapal Ternak dari Bali ke Jakarta Malah Lebih Mahal Kapal ternak mengangkut sapi

 

DENPASAR (aksi.id) - Rencana Kementerian Perhubungan mengoperasikan kapal ternak untuk mengirim sapi dari Bali ke Jakarta mengalami beberapa kendala salah satunya biaya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali Putu Sumantra mengatakan biaya menggunakan kapal ternak dibanding pengiriman melalui perjalanan darat yang selama ini dilakukan jauh lebih mahal.

Adapun biaya yang harus ditanggung jika menggunakan kapal ternak yakni sebesar Rp750 ribu per ekor. Biaya ini belum termasuk biaya pakan selama pengiriman dan biaya petugas kapal.

Sementara, jika menggunakan cara pengiriman biasa yakni menggunakan truk, biayanya hanya Rp450 ribu per ekor. 

"Kemarin dari pusat ada program kapal ternak dari NTT ke Jakarta dan ini sekarang Bali salah satu provinsi yang ditawarkan," ungkapnya seperti dikutip bisnis.com, Senin (29/1/2018).

Selain harga sewa yang mahal, kapasitas pengiriman juga masih menjadi kendala. Pasalnya, kapal ini hanya melayani pengiriman setiap dua minggu sekali. Setiap pengiriman mampu mengangkut hingga 500 ekor sapi.

Sementara, setiap tahun, ada 50.000 ekor sapi Bali yang dikirim ke Jakarta menggunakan angkutan truk biasa. Artinya jika dirata-ratakan, dalam sebulan mampu mengirim hingga 4.200 ekor sapi.

Sehingga, beberapa peternak akan tetap melakukan pengiriman lewat jalur darat seperti biasa karena kapasitas kapal ternak hanya 1.000 ekor dalam sebulan.

"Itu baru ditawarkan kepada kita, hasil sementara kami memang setuju tapi itu tergantung lagi dengan pengguna atau peternak," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan berencana mengoperasikan lima unit kapal ternak baru pada 2018. Salah satunya Bali, dengan mengoperasikan kapal KM. Cemara Nusantara V. Kapal akan berangkat dari Pelabuhan Celukan Bawang Buleleng Bali menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. 

Kapal ternak dinilai mampu menjaga kualitas daging sapi. Selain itu, juga mampu meningkatkan pasokan daging sapi di Indonesia.

Menurut Sumantra sendiri, selama ini NTT telah berhasil memanfaatkan kapal ternak.

Ada beberapa keuntungan dari penggunaan kapal ternak yang dilakukan NTT, yakni pengiriman menjadi lebih cepat karena tidak perlu melalui jalur darat serta mampu meningkatkan keselamatan hewan. 

Lantaran Bali selama ini juga terkenal sebagai pemasok daging sapi, maka juga ditawari pengoperasian kapal ternak.

"Ini sebenarnya ada keuntungan untuk kita karena pengiriman ternak terkonsentrasi yakni di Pelabuhan Celukan Bawang," sebutnya.