press enter to search

Selasa, 16/10/2018 02:46 WIB

Kapal Pengungsi Terbalik di Libya, 90 Orang Dikhawatirkan Tewas

Redaksi | Sabtu, 03/02/2018 00:58 WIB
Kapal Pengungsi Terbalik di Libya, 90 Orang Dikhawatirkan Tewas

TRIPOLI (aksi.id) - Setidaknya 90 migran dikhawatirkan tewas setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di Laut Mediterania, lepas pantai Libya, Jumat (2/2/2018).

Tragedi yang kesekian kalinya melibatkan para migran tersebut terjadi pada dini hari di lepas pantai Zuwara.

"Sedikitnya 90 orang migran dilaporkan tenggelam saat sebuah kapal terbalik di lepas pantai Zuwara di Libya dini hari tadi," kata juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Olivia Headon dikutip AFP dan Kompas.

Dia menambahkan, setidaknya 10 jenazah dilaporkan telah terdampar di pantai Libya yang diketahui dua merupakan warga Libya dan delapan lainnya asal Pakistan.

Dua orang dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju pantai, sementara sejumlah kapal nelayan turut membantu menyelamatkan korban lainnya.

IOM telah berulang kali mengeluarkan peringatan mengenai bahaya yang akan dihadapi para migran jika mencoba menyeberang menuju Eropa melalui lautan Mediterania.

Berdasar data yang dimiliki, IOM mengatakan hingga saat ini telah ada lebih dari 6.600 migran dan pengungsi telah memasuki Eropa melalui jalur laut.

Penyeberangan melalui rute Mediterania menuju Italia paling banyak digunakan, hingga mencapai 65 persen.

Adanya korban warga Libya disebut tak biasa dalam kasus kapal migran. Juru bicara IOM, Joel Millman menyatakan, kemungkinan mereka adalah pihak yang bertindak sebagai penyelundup.

"Kami belum pernah benar-benar melihatnya sebelumnya. Mereka bisa saja penyelundup," katanya.

Sementara, adanya sejumlah besar orang Pakistan yang ditemukan mengisyaratkan kemungkinan adanya pergeseran tren migrasi.

IOM menunjukkan, orang-orang Pakistan merupakan kelompok terbesar ke-13 yang mencoba menyeberangi Laut Tengah ke Eropa tahun lalu.

Namun migran Pakistan naik ke peringkat ketiga tahun ini, dengan perkiraan 240 orang Pakistan mencapai Italia pada bulan Januari, dibandingkan dengan hanya sembilan orang pada bulan yang sama tahun lalu.