press enter to search

Minggu, 25/10/2020 20:33 WIB

Luhut: Proyek Pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung Tetap Berproses

Redaksi | Selasa, 20/02/2018 13:51 WIB
Luhut: Proyek Pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung Tetap Berproses

JAKARTA (aksi.id) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan meski meleset dari target awal beroperasi.

Luhut menggelar rapat koordinasi di kantor Kemenko Maritim Jakarta, Selasa, yang dihadiri Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), juga Staf Khusus Menteri BUMN, yang merangkap Chairman PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) Sahala Lumban Gaol.

"Kereta cepat kita bicara tadi. Kita bahas semua angka-angkanya supaya kita tahu kalau ada kelemahan bisa kita perbaiki. Tapi kita tidak berbicara jalan atau tidak jalan. Proyeknya tetap jalan," tegasnya.

Luhut menjelaskan sejumlah kelemahan dalam proyek itu diantaranya soal pembebasan lahan termasuk harga hingga waktu konstruksi.

Menurut mantan Menko Polhukam itu, hingga saat ini tim kecil akan terus melakukan pembahasan teknis mengenai proyek tersebut. 

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menjelaskan rapat koordinasi masih membahas hal-hal teknis mengenai proyek tersebut. Namun, ia mengaku pembahasannya masih di tahap awal sebelum dilaporkan dalam dua minggu ke depan kepada Presiden Jokowi.

"Kamis akan ada rapat tim teknis," katanya.

Sahala Lumban Gaol yang juga Komisaris Utama KCIC menambahkan, meski tidak terdengar gaung progresnya sejak peletakan batu pertama pembangunan (groundbreaking) sejak Januari 2016 lalu, proses pembangunan masuk kategori cepat.

"Saya bilang proses ini enggak berlarut-larut. Kalau dibilang orang, proyek ini cepat loh. Kalau pihak China mengatakan ini cepat. Jadi kalau dibilang berlarut-larut, tidak. Kita jalani sesuai proses yang ada," katanya.

Sahala menjelaskan salah satu masalah yang cukup signifikan menguras waktu adalah proses pembebasan lahan yang baru bisa dilakukan setelah rencana tata ruang wilayah (RTRW) nasional rampung pada April 2017.

"Artinya pembebasan tanah tidak bisa dilakukan walaupun dulu trasenya sudah keluar, izin pembangunan sudah keluar, tapi harus kita ikuti aturan-aturannya," pungkasnya. 

Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diperkirakan tidak akan selesai pada akhir 2019 atau meleset dari target waktu yang direncanakan. Proyek tersebut dipastikan rampung pada 2020. 

(Antara).