press enter to search

Minggu, 16/12/2018 16:31 WIB

200 Mantan Karyawan Seven Eleven Tuntut Pesangon Rp17,5 Miliar

Redaksi | Rabu, 21/02/2018 11:31 WIB
200 Mantan Karyawan Seven Eleven Tuntut Pesangon Rp17,5 Miliar Mantan pegawai Seven Eleven demo tuntut pesangon. Foto: dokumentasi liputan6.com

JAKARTA (aksi.id) - Puluhan Serikat Pekerja PT Modern Putra Indonesia (SPMPri) atau mantan pegawai PT Modern Sevel Indonesia, Modern Internasional, dan Sarana logistik Utama kembali menggelar aksi turun ke jalan.

Mereka menuntut pesangon yang belum dibayarkan sebanyak Rp17,5 miliar untuk sekitar 280 karyawan yang tergabung dalam SPMri. Aksi yang telah dilakukan empat kali ini, berkaitan dengan meruginya bisnis retail 7-Eleven yang telah berhenti beroperasi per 30 Juni 2017 lalu.

Ketua SPMri Sumarsono mendesak pimpinan perusahaan PT Modern Group untuk membayar pesangon yang dijanjikan akan dibayar sebelum 31 Desember 2017.

"Sanksi yang terberat sudah enggak ada kan karena perusahaan sudah enggak ada, mau enggak mau kita harus turun ke jalan biar paling tidak ada perhatian," tegas Sumarsono saat melakukan aksi di depan gedung Modern Indonesia, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Februari 2018.


Eks pegawai Sevel menuntut pesangon. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)

Sementara itu pegawai yang tidak tergabung dengan SPMri hingga saat ini juga belum juga dibayarkan pesangonnya sebanyak Rp20 miliar.

Pantauan tim Medcom.id, eks pegawai 7- Eleven yang mengenakan seragam merah hitamnya telah melakukan aksi sejak pukul 09.15 WIB. Mereka membentangkan karton bertuliskan `Tuntutan pesangon yang belum dibayar selama delapan bulan serta terpampang foto pemilik PT Modern Indonesia Sungkono Honoris.

Adapun hingga pukul 10.27 WIB belum ada pihak manajemen perseroan yang datang menemui massa. "Minggu depan atau bulan depan kita akan menggelar aksi lagi sebelum pesangon dibayar," tambahnya.

Artikel Terkait :

-