press enter to search

Sabtu, 22/09/2018 04:47 WIB

Bus Listrik Buatan Mobll Anak Bangsa Siap Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta

Redaksi | Senin, 05/03/2018 11:29 WIB
Bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa

JAKARTA (aksi.id) - Bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) siap beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Hal ini ditandai dengan MoU yang ditekan PT Angkasa Pura II (AP II) selaku pengelola Bandara Soetta dan MAB di ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018 di JCC, Senayan, Jakarta.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menyebutkan MAB Electric Bus dengan lowdeck sangat cocok untuk dioperasikan di dalam kawasan airside bandara besar seperti Soekarno Hatta yang dalam sehari ada 170.000 orang keluar masuk ke dalam kawasan bandara. AP II siap melakukan uji coba bus listrik dalam upaya mengurangi gas buang emisi yang sangat tinggi di lingkungan airside.

"Bus listrik ini untuk melayani pengguna jasa di Bandara Soetta. Kita sudah melakukan MoU dengan MAB. Dalam waktu dekat lagi beroperasinya di tahun 2018 ini. Kita akan uji coba dua unit yang mereka siapkan di lintasan 3 km Bandara Soekarno Hatta. Kita hanya perlu menyiapkan space dan steker listrik, sedangkan charging station mereka yang siapkan," ujar Awaluddin di JCC, Jakarta.

Ia menyebutkan, bus dengan standar panjang 12 meter dan 39 bangku penumpang itu nantinya bisa di customize ukurannya sesuai dengan kebutuhan penumpang di bandara. Apalagi pesawat tipe 777 atau 330 yang jika tidak menggunakan Garbarata membuat bus berulang kali mengangkut penumpang dan beresiko di area airside.

"Sekarang bus kecil, mengantar 2-3 kali itu riskan berbahaya. Dengan bus ini bisa sekali angkut. Apalagi emisi di airside sangat parah, karena semua jenis traffic mulai dari kargo, orang, pengangkut peralatan. Jadi dengan kehadiran mobil listrik bisa menekan emisi udara maupun darat," tambahnya

Awaludin menambahkan, pengoperasian bus listrik itu berada di kawasan Bandara Soetta dengan pengoperasiannya melewati Terminal 1, 2, dan 2 sekaligus terintegrasi dengan Skytrain. Rencananya, bus listrik tersebut siap diproduksi massal pada pertengahan tahun ini.

(mia/sumber: okezone.com).