press enter to search

Sabtu, 15/12/2018 15:53 WIB

Bikin Jam Tangan Pintar, Apple Pimpin Bisnis Perangkat Wearable Dunia

Redaksi | Senin, 05/03/2018 11:35 WIB
Bikin Jam Tangan Pintar, Apple Pimpin Bisnis Perangkat Wearable Dunia Pengguna Apple Watch

WASHINGTON (aksi.id) - Dalam laporan terbaru yang dirilis lembaga riset IDC hingga akhir kuartal empat (Q4) 2017, Apple memimpin bisnis perangkat wearable dunia. Apple berhasil merangsek bisnis jam tangan pintar besutan Xiaomi, Fitbit, Garmin, dan Fossil.

Lonjakan pengiriman jam tangan pintar memberikan kontribusi besar bagi performa bisnis Apple di segmen ini. Pada musim liburan akhir tahun, Apple Watch 3 yang dibekali jaringan LTE menjadi salah satunya.

Perusahaan yang didirkan Steve Jobs dan Steve Wozniack itu berhasil mengapalkan 8 juta jam tangan pintar hanya selama periode Oktober dan Desember 2017.

Berbanding terbalik dengan Apple, bisnis perangkat wearable Xiaomi justru stagnan. Pengapalan perangkat wearable rusahaan yang kerap dilabeli `Apple dari China` ini masih mencapai 15,7 juta unit atau dalam jumlah yang sama dengan setahun silam.

Sementara itu, di posisi ketiga Fitbit justru mengalami penurunan pengapalan jam tangan pintarnya. Tahun lalu, Fitbit berhasil mengaplakn 22,5 juta unit dan turun drastis menjadi 15,4 juta sepanjang 2017 lalu.

Secara keseluruhan setahun lalu Apple sukses mengapakan 17,7 juta jam tangan pintar dari sebelumnya hanya 11,3 juta unit di tahun 2016. Performa penjualan ini menjadikan Apple kembali bangkit dan menjadi pemimpin pasar perangkat wearable dunia.

Laporan yang dirilis IDC mencatat volume pengapalan jam tangan pintar naik tipi 7,7 persen menjadi 37,9 juta unit dari sebelumnya 35,2 juta unit pada kuartal yang sama setahun silam. Sedangkan pengapalan perangkat wearable naik 10,3 persen dari sebelumnya 104,6 juta menjadi 115,4 juta unit di penghujung tahun lalu.

Direktur riset tim wearable IDC, Ramon T. Llamas mencatat perlambatan pertumbuhan bisnis ini bukan lantaran menurunnya minat, tapi lebih karena banyak perusahaan yang berpaku pada model yang itu-itu saja.

"Pertumbuhan 10,3% dari tahun ke tahun di tahun 2017 merupakan penurunan yang nyata.  Pada saat yang sama, vendor yang tersisa - termasuk beberapa start-up - belum hanya mengganti model mereka, tapi dengan perangkat, fitur, dan layanan yang telah membantu membuat pemakaian lebih fungsional bagi kehidupan manusia," ungkap Ramon dalam laporan IDC dan cnnindonesia.com. (evn)