press enter to search

Minggu, 16/12/2018 15:09 WIB

Angkasa Pura II dan Universitas Padjadjaran Teken Kerja Sama SDM

Redaksi | Senin, 05/03/2018 11:49 WIB
Angkasa Pura II dan Universitas Padjadjaran Teken Kerja Sama SDM

BANDUNG (aksi.id) - Manajemen PT Angkasa Pura II dan Universitas Padjadjaran teken kerja sama bidang sumber daya manusia (SDM.

Naskah kerja sama itu ditandatangani Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dan Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Tri Hanggono Achmad, Senin (5/3/2018).

Kerja sama meliputi penyelenggaraan program internship atau magang, rekrutmen jalur cepat, program beasiswa pascasarjana (S2) khusus untuk karyawan PT AP II, hingga sertifikasi kompetensi pelayanan kebandaraan.

Melalui kerjasama ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan SDM kebandaraan yang berkualitas

Direktur Utama PT Angkasa Pura  II Muhamad Awaluddin menjelaskan kerja sama dengan Unpad ini sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan SDM yang unggul dan berkualitas. Karena saat ini pihaknya butuh tenaga kerja dengan keahlian spesifik. 

Contohnya saja dalam bidang hukum udara, stategic airport planingairportdesain dan bidang lainnya menyangkut pengelolaan bandar udara. "Kita ingin menyeimbangkan secara kuantitas dan kualitas. Sehingga (untuk memenuhi) kebutuhan kita berkolaborasi dengan perguruan tinggi," kata Awaluddin.

Pasalnya, bila tidak melibatkan perguruan tinggi pemenuhan SDM dengan keahlian spesifik akan sulit terpenuhi di tengah persaingan yang ada. Sementara Unpad atau perguruan tinggi lainnya memiliki bidang atau keilmuan yang spesifik mengajarkannya. 

"Paling basic talent (tenaga kerja) kita sangat kurang itu hukum udara. Unpad ternyata punya resource-nya. Karena kalau kita dari dalam sendiri (menyiapkan) butuh waktu. Sehingga konsep kolaborasi ini adalah melakukan kombinasi dalam satu pengembangan," ujarnya. 

"Dengan Unpad hari ini kita implementasikan konsep membangun tapi juga kolaborasi. Di satu sisi kita juga bisa melakukan borrow atau exchange. Kemudian buyatau profesional hire. Dalam waktu yang menurut saya pendek terbatas, sementara kebutuhan tinggi, jadi percepatan melalui kolaborasi ini menurut saya penting," tandas Awaluddin. 

Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad sangat menyambut baik kerja sama yang dilakukan. Karena menunjukkan adanya sinergitas antara dunia pendidikan, dunia bisnis dan pemerintah dalam pembangunan. 

"Karena tantangannya begitu kompleks kalau kita tidak bersinergi," kata Tri. 

Selain itu, lanjut dia, perguruan tinggi juga membutuhkan fasilitas untuk mengekspresikan ilmu dalam dunia nyata dan juga pengembangan riset ke depan. 

"Enggak bisa kita hanya berada dalam lingkup perguruan tinggi itu sendiri. Maka harus ada keterbukaan kolaborasi. Ini fasilitas agar kita bisa mengembangkan tidak hanya proses pendidikan terutamanya riset nanti," ucap Tri.