press enter to search

Rabu, 20/06/2018 14:04 WIB

Transformasi Digital PT Angkasa Pura II Digeber Menuju Giant Dream 2020

Redaksi | Senin, 05/03/2018 13:01 WIB
Transformasi Digital PT Angkasa Pura II Digeber Menuju Giant Dream 2020

 

BANDUNG (aksi.id) -  Dalam CEO`s TALK di Universitas Padjadjaran (Unpad), Senin (5/3/2018), Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II)  Muhammad Awaluddin  berbagi pengalaman dalam mengelola perseroan berkaitan dengan transformasi digital.

Di acara yang juga dihadiri Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad itu, Awaluddin menjelaskan  bandara- yang dikelola PT Angkasa Pura II terus bertambah. Hal ini tentu dapat menambah aset dan traffic.

Dalam kaitan penanbahan aset dan trafik itu, dia menuturkan PT Angkasa Pura II memulai pertumbuhan anorganic business . Ke depan, Board of Director punya keleluasan untuk masuk ke anorganik untuk mempercepat corporate goals AP II yang disebut “Giant Dream 2020”.

Hal ini akan menjadi model baru dalam proses akuisisi bisnis yang menjadi pilihan kami untuk membuat bisnis baru.

"Kemudian, bidang digital business, jiwa kami ada di sana. Nah, bagaimana kami me-monetizing 120 juta traffic passenge dengan pergerakan satu juta pesawat tahun 2018. Sampai sekarang opportunity itu ada,," tuturnya.

Untuk menangkap itu, maka kompetensinya hatus terus dibangun. Sekarang  tengah menyiapkan dan membangun SDM yang akan mengisi area new portfolioInvest in people is very important. Program ke depan yang didorong khususnya pada 2017-18 adalah program investasi SDM. Konsepnya, strongest by best people.

 

Dalam mengelola perseroan berkaitan dengan transformasi digital, dia menjelaskan menekankan tidak melulu berbicara mengenai teknologi, tetapi tentang menyatukan keunggulan teknologi dengan budaya.

Horisonnya mencakup perubahan yang dapat berpengaruh positif bagi perusahaan, juga tentang perubahan yang berhubungan dengan penerapan teknologi digital dalam semua aspek pengelolaan operasi bandara.

Basis menggenjot transformasi digital tersebut dengan fakta di era global saat ini sungguh sarat dengan berbagai persaingan yang begitu ketat di banyak aspek di dalamnya. Persaingan itu tidak lepas dari keterlibatan teknologi digital yang terus berkembang setiap harinya.

Tidak sedikit yang telah mati, perusahaan-perusahaan kini dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan jaman dengan bertransformasi secara digital. Tidak banyak yang berhasil, dan tidak sedikit juga yang gagal.

Kuncinya ada pada proses transformasi digital. Jika proses transformasi digital ini tidak dilakukan secara tepat, maka proses tersebut akan sia-sia. Transformasi digital bukanlah mengenai teknologi, melainkan penerapan strategi dalam bertransformasi. (awe).