press enter to search

Sabtu, 15/12/2018 16:31 WIB

Di Bekasi, Dedi Mulyadi Ungkap 5.000 Kampung Berkarakter & 500 RS Khusus Paru-Paru

Redaksi | Selasa, 06/03/2018 08:50 WIB
Di Bekasi,  Dedi Mulyadi Ungkap 5.000 Kampung Berkarakter & 500 RS Khusus Paru-Paru Dedi Mulyadi kampanye di Bekasi (Foto: Wijayakusuma/Okezone)

BEKASI (aksi.id) - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi, melanjutkan kunjungan sosialnya ke Kampung Lubang Buaya RT 01 RW 03, Desa Lubang Buaya, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Perhatian mantan Bupati Purwakarta itu tertuju pada seorang balita berusia 2,5 tahun yang menderita penyakit komplikasi.

Orang tua dari balita bernama Ubaidillah itu menyebut, sang anak menderita katarak, gangguan pendengaran serta kebocoran jantung (micro safali), sejak dirinya masih menginjak dua bulan.

"Sakit sejak usia 2 bulan. Untuk pengobatan kataraknya saya bawa ke rumah sakit di Bandung, sedangkan jantung sekaligus terapinya saya bawa ke RSCM," kata sang ayah, Ruly Hermawan (32), Senin 5 Maret 2018.

Ia pun mengungkapkan keinginannya, agar pemerintah daerah memberikan fasilitas rumah sakit yang setara dengan rumah sakit besar di daerah lain.

"Masyarakat mengharapkan pelayanan dan fasilitas yang lengkap, contohnya RS Hermina yang lengkap, ada khusus anak dan umum. Kalau lengkap kan tidak lama mengantri," imbuhnya.

Dedi Mulyadi yang sangat konsern dengan masalah kesehatan, prihatin dengan kondisi yang menimpa balita yang akrab disapa Ubai itu. Beruntung bocah malang tersebut memiliki orangtua yang terbilang mapan, sehingga bisa memberikan pengobatan maksimal untuk Ubai.

"Untung orang tuanya mapan, tidak terlalu banyak bebannya. Ya sekalipun mapan, kalau sudah urusannya anak, pasti ada keluhan-keluhan dari orangtua juga," kata Dedi.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu menuturkan, dirinya telah menyiapkan sejumlah program untuk melakukan penataan dan pembenahan di bidang kesehatan, yang akan diselaraskan dengan pengelolaan pemukiman. Hal inilah yang dirasa sangat diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatan warga yang terus bermunculan.

"Ada program 5.000 kampung berkarakter dan 500 RS khusus paru-paru di Jawa Barat juga mesti ada, seperti RS Hasan Sadikin Bandung. Jadi nanti warga di perkampungan dapat tertata sekaligus memiliki lingkungan kesehatan yang baik," ujar Dedi di hadapan warga yang mengerumunginya.

Mengingat semakin meningkatnya penderita paru-paru khususnya di Jawa Barat, Dedi menekankan pentingnya langkah-langkah preventif dan penanganan yang tuntas bagi penderitanya. Karena itu kedua hal utama yang telah disebutkan Dedi, dianggap sebagai langkah paling tepat untuk penanganannya.

"Penderita paru-paru harus diobati sampai tuntas, kemudian pulang dalam keadaan sembuh. Maka dari itu RS paru-paru di Jawa Barat harus ditambah, sebab penderitanya itu semakin banyak. Dan yang paling utama untuk mencegah paru-paru adalah perkampungan harus ditata kembali," jelasnya. Demikian okezone memberitakan.

(nia).

Keyword Dedi Mulyadi