press enter to search

Minggu, 16/12/2018 15:48 WIB

Angkasa Pura II Raih Rating AAA dari Pemeringkat Efek Indonesia

Redaksi | Kamis, 08/03/2018 13:23 WIB
Angkasa Pura II Raih Rating AAA dari Pemeringkat Efek Indonesia Bandara Soekarno-Hatta yang terus begerak dalam berbagai pembaruan infrastruktur dan pelayanan. Foto: twitter @AngkasaPura_2

TANGERANG (aksi.id)  – PT Angkasa Pura II (Persero) dan Obligasi I/2016 meraih rating AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan prospek untuk perusahaan stabil. Rating ini, berlaku selama setahun sejak 1 Maret 2018 hingga 1 Maret 2019.

Rating idAAA merupakan rating tertinggi yang diberikan oleh Pefindo dengan melihat kemampuan perseroan untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.

Peringkat tersebut juga mencerminkan dukungan pemerintah kepada Angkasa Pura II yang memiliki bisnis bandara yang strategis, merupakan operator bandara terbesar di Indonesia serta memiliki marjin profitabilitas yang stabil.

Meskipun demikian, peringkat tersebut dibatasi oleh leverage keuangan tinggi yang diharapkan mendukung ekspansi bisnis.

President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menuturkan bahwa peringkat dari Pefindo menunjukkan bahwa Angkasa Pura II memiliki fundamental yang kuat dan obligasi yang diterbitkan dapat dipercaya investor.

“Rating AAA dan stabil menunjukkan bahwa bisnis yang dijalankan perseroan memiliki prospek yang bagus hal ini tampak dari laporan keuangan audited perusahaan pada akhir 2017 lalu,” jelas Awaluddin.

Pada laporan keuangan per 31 Desember 2017 yang telah diaudit tercatat pendapatan AP II mencapai Rp8,1 triliun atau meningkat sekitar 18% dibandingkan dengan pendapatan 2016 sebesar Rp 6,6 triliun.

Adapun laba usaha perusahaan tercatat sebesar Rp 2,7 triliun atau mengalami kenaikan sekitar 29% dari laba usaha 2016 sebesar Rp 2,1 triliun.

“Pencapaian ini menunjukkan kerja keras insan Angkasa Pura II yang telah memberikan kontribusi terbaiknya untuk meningkatkan pendapatan perusahaan melalui inovasi yang diciptakan dan digitalisasi airport yang diterapkan di bandara-bandaranya,” terang Awaluddin.

Dia menuturkan PT Angkasa Pura II harus bekerja keras mempertahankan peringkat yang sudah diraih ini. Peringkat ini bisa diturunkan jika Pefindo melihat pengurangan dukungan pemerintah, seperti melalui divestasi material kepemilikan pemerintah serta adanya utang yang lebih dari yang diproyeksikan atau investasi baru yang tidak berjalan dengan baik.

Sehinggga,  dia mengutarakan menghasilkan profil keuangan yang lemah, terutama jika rasio utang terhadap EBITDA melebihi 4,5x secara konsisten. (dien).

 

Keyword Angkasa Pura II