press enter to search

Senin, 21/05/2018 23:33 WIB

Percaya Diri, Kemenpar Target Sabet 50 Penghargaan Internasional

Redaksi | Selasa, 13/03/2018 08:12 WIB
Percaya Diri, Kemenpar Target Sabet 50 Penghargaan Internasional Menpat usai membuka Rakor di Jakarta (foto: ist)

JAKARTA (aksi.id) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) percaya diri dengan menyatakan bahwa tahu ini pariwisata Indonesia mentargetkan sabet 50 penghargaan (award) internasional yang nantinya akan semakin memantapkan posisi brand Wonderful Indonesia di tingkat dunia.

“Tahun ini kita menargetkan 50 awards internasional, sedangkan sepanjang tahun 2018 hingga Maret ini, sudah 24 awards diraih, yang terakhir di ITB Berlin beberapa waktu lalu,” kata Menpar Arief usai membuka Rapat Koordinasi Menaikan Posisi Indonesia pada Kompetisi Pariwisata Internasional di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta, Senin (12/3/2018).

Menpar menegaskan dengan memeroleh awards internasional itu akan meningkatkan peringkat Indonesia terutama terkait tentang rangking brand, selain terkait dengan alam (nature) dan culture, karena ada juga penilaian tentang natural resources dan cultural resources.

Selain itu awards yang didapat akan mendongkrak level 3C yakni; confidence atau rasa percaya diri (internal), credible atau semakin dipercaya orang karena berkredibel (eksternal), dan calibration atau berstandar global di antaranya ditetapkan dalam standar pariwisata ASEAN.

“Bangsa Indonesia bisa memenangkan persaingan. Pariwisata kita sebelumnya tidak dianggap, tetapi sekarang sangat dianggap. Jadi kita kalau berbicara pariwisata di luar negeri tidak perlu minder, terlebih di ASEAN kita sudah diakui,” kata Menpar.

Untuk mencapai target itu banyak hal yang harus dipersiapkan dengan mengandalkan berbagai sumber yang bisa diandalkan antara lain;  atraksi, alam, budaya, dan management marketing.

“Terkait atraksi saya tidak khawatir karena atraksi kita bagus-bagus misalnya marine tourism, kita selalu menang terus, Terkait manajemen di marketing kita kuat, tetapi kita lemah di _environmental sustainability_ seperti isu sampah kita lemah dan infrastruktur juga masih lemah sehingga harus memahami posisi tersebut sehingga tahu mana yang harus diperkuat,” katanya. (omy)

Keyword

Artikel Terkait :

-