press enter to search

Jum'at, 19/10/2018 04:55 WIB

Pemerintah Apresiasi dan Ingatkan Capaian NPC1 di Pelabuhan Tanjung Priok Harus Dipertahankan

Redaksi | Selasa, 13/03/2018 12:49 WIB
Pemerintah Apresiasi dan Ingatkan Capaian NPC1 di Pelabuhan Tanjung Priok Harus Dipertahankan NPC1 di Pelabuhan Tanjung Priok

JAKARTA (aksi.id) - Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut mengapresiasi pencapaian New Priok Container Terminal (NPCT) 1 yang berhasil mendapatkan akumulasi throughput satu juta TEUs (Twenty Feet Equivalent Units), hanya dalam waktu kurang lebih satu setengah tahun terhitung sejak dimulainya operasional secara komersil pada Agustus 2016 lalu.

"Pemerintah berharap dengan pencapaian tersebut, NPCT1 dapat terus meningkatkan level of service sehingga dapat terus memberikan pelayanan terbaiknya kepada pengguna jasa transportasi laut," ujar Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Junaidi di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Junaidi mengatakan, kecepatan pelayanan serta fasilitas seperti dermaga dan peralatan bongkar muat yang mendukung akan dapat meningkatkan produktivitas yang harus dipertahankan agar Pelabuhan Tanjung Priok menjadi kompetitif menuju kelas dunia.

"Tercapainya throughput satu juta TEUs, juga didukung oleh kesiapan operasional terminal petikemas. Baik dari sisi infrastruktur, suprastruktur maupun sistem informasi. Juga sinkronisasi proses pelayanan antara terminal dengan instansi terkait. Ini harus ditingkatkan agar dapat mempelancar arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian negara," kata Junaidi.

Junaidi menilai bahwa NPCT1 juga telah membuktikan Implementasi keamanan di Terminal sesuai International Ship and Port Facilities Security (ISPS) Code dengan baik.

Lebih lanjut Junaidi juga meminta NPCT1 tetap memperhatikan aspek keselamatan Kapal termasuk sistem pemuatan kontainer dan aspek stabilitas kapal.

Untuk lebih meningkatkan produktifitas dan kecepatan pelayanan kapal dan pelayanan Kontainer diminta kepada manajemen NPCT1 dan pelaku usaha, asosiasi dan stakeholder terkait untuk menggunakan dan menerapkan Aplikasi sistem Inaportnet V2 yang telah diujicoba termasuk Delivery Order online sehingga dapat tercipta pelayanan yang cepat, mudah, transparan dan murah.

"Selain itu NPCT1 harus tetap menjaga dan meningkatkan Service Level agreement (SLA ) maupun Service Level Standard (SLS)," kata Junaidi.

Junaidi berharap dengan terjaganya layanan yang terbaik tersebut kapal-kapal raksasa seperti CMA CGM, NYK akan tetap melayani rute ke dan dari pelabuhan Tanjung Priok, khususnya NPCT1.

Kedatangan kapal raksasa ke NPCT1 tentunya menunjukan kepada dunia internasional bahwa Pelabuhan Tanjung Priok sangat kompetitif dan mampu melayani kapal raksasa dengan standar pelayanan internasional.

Sementara itu, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Arif Toha mengatakan pentingnya pemberian pelayanan yang baik kepada pengguna jasa transportasi laut. Menurutnya, agar lebih cepat dan efisien perlu juga dioptimalkan teknologi informasi, sehingga pelayanan lebih cepat, transparan, mudah dan murah.

"Pelabuhan Tanjung Priok telah mengembangkan pola layanan menggunakan aplikasi inaportnet v2, termasuk Delivery Order (DO) Online. Dengan sistem online ini, penguna jasa akan diberikan kemudahan, kecepatan, dan transparan,” ujar Arif.

Arif Toha juga memberikan apresiasi kepada NPCT1 yang berhasil meraih 1 juta TEUs di usia yang relatif muda.

"NPCT1 baru sebentar beroperasi. Dalam usianya yang masih mudah, NPCT1 sudah mencapai 1 juta TEUs dari kapasitas 1,5 juta TEUs. Hal ini merupakan pencapaian yang sangat signifikan," kata Arif.

Disamping itu, Arif juga mengapresiasi NPCT1 sejak beroperasi hingga 2.7 juta jam operasi sampai hari ini dapat mewujudkan zero accident. (omy)

Keyword

Artikel Terkait :

-