press enter to search

Sabtu, 22/09/2018 08:21 WIB

Sebelum Novel Baswedan Diserang, 2 Penyidik KPK Dikabarkan Bernasib Sama

Redaksi | Rabu, 14/03/2018 07:07 WIB
Sebelum Novel Baswedan Diserang, 2 Penyidik KPK Dikabarkan Bernasib Sama Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK. Foto: KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG

JAKARTA (aksi.id) - Anggota tim advokasi Penyidik KPK Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa, mengatakan bahwa ada sejumlah penyidik KPK yang mendapat penyerangan serupa yang dialami oleh Novel. 

"Ternyata pegawai KPK lain ada dua orang disiram dengan air keras dan perusakan barang terkait menyelidik orang kuat," kata dia, di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (13/3) malam. 

Aqsa menerangkan bahwa dua penyidik tersebut diserang sebelum insiden Novel pada tahun 2017. Kejadian itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. 

Namun, hasilnya nihil sama seperti kasus Novel. Aqsa mengatakan harusnya polisi lebih bertanggungjawab atas kasus kasus yang menyerang penyidik KPK. 

"Ada beberapa yang dilaporkan kepada kepolisian tapi tidak tuntas juga. Harusnya ini menjadi tanggungjawab kepolisian," ujar dia. 

Aqsa enggan membeberkan lebih detail terkait penyerangan dua penyidik KPK tersebut. Dia memilih agar KPK lah yang membuka informasi lebih soal kronologi penyerangan. 

"Publik berhak tau apa ancaman dan bagaiamana modus serta penyelesaiannya. Apa diselesaikan juga dan mngenai kasus yang ditangani itu lebih baik ditanyakan ke KPK," tegas dia. 

Aqsa dan anggota tim kuasa hukum Novel lainnya berharap agar kasus penyerangan berhenti kepada Novel. Sebab, masih banyak kasus korupsi di Indonesia yang perlu diselidiki. 

"Mas Novel bilang berani memberantas korupsi. Permasalahan korupsi masalah sangat luar bisa. Apa yang tersedia di publik hanya sekian persen sehingga butuh institusi yang kuat dan konsisten memberantas korupsi," tutup dia.

Pada Selasa (13/3) Novel dimintai keterangan oleh Tim Pengawas Novel Baswedan Komnas HAM. Selama tujuh jam pemeriksaan Novel ditanya 23 pertanyaan seputar kronologi penyerangan sampai dengan nama yang dicuragai sebagai otak penyerangan.

(via/sumber: cnnindonesia.com).