press enter to search

Sabtu, 22/09/2018 08:01 WIB

Kepada Komnas HAM, Novel Baswedan Ungkap Sosok Penyerang Dirinya

Redaksi | Rabu, 14/03/2018 07:09 WIB
Kepada Komnas HAM, Novel Baswedan Ungkap Sosok Penyerang Dirinya Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Foto: Kompas.com/Robertus Belarminus

JAKARTA (aksi.id) - Anggota tim pengacara Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa, mengakui bahwa kliennya itu menceritakan soal sosok diduga sebagai penyerang dalam pemeriksaan Komnas HAM. 

"Dugaan pelaku kita juga sudah ungkapkan. Mas Novel juga sudah mengungkapkan sebenarnya sewaktu di Singapura yang di BAP [selama] 5 jam," kata dia, di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (13/3). 

Aqsa menerangkan bahwa Komnas HAM memberikan tanggapan positif setelah mendengar dugaan pelaku. Dia berharap hal itu bisa menjadi titik cerah kasus penyerangan Novel ini. 

"Kami meyakini ada titik cerah di proses ini. Nantinya Mas Novel akan kembali diperiksa lagi ntah di sini atau di rumahnya," imbuhnya. 

Anggota tim pengacara lainnya, Yati Andriyani, mengatakan dugaan pelaku yang diungkapkan Novel tak serta merta menjawab teka-teki penyerangan Novel. Ia mengharapkan Kepolisian tetap bertanggungjawab untuk membongkar kasus ini. 

"Terduga pelaku bukan tanggungjawab korban, Bang Novel, [untuk] menjelaskan atau membuktikan. Kami tetap sekali lagi mendesak kewajiban Polri segera mencari pelaku lapangan dan pelaku intelekual," cetus dia. 

Yati mengingatkan penyerangan kepada Novel bukanlah penyerangan kepada personal. Penyerangan ini harusnya dianggap sebagai bentuk penyerangan terhadap institusi. 

"Ini bukan serangan pribadi tapi serangan kepada KPK dalam pemberantasan korupsi. Kami berharap peoses Komnas HAM ada kemajuan yang signifikan," tutup dia. 

Pada Selasa (13/3), Novel dimintai keterangan oleh Tim Pengawas Novel Baswedan di Komnas HAM. Selama tujuh jam, Novel mendapat 23 pertanyaan seputar kronologi penyerangan sampai dengan nama yang dicuragai sebagai otak penyerangan.

(via/sumber: cnnindonesia.com).