press enter to search

Kamis, 15/11/2018 23:43 WIB

Bawa Narkoba, 2 Pasang Suami Istri Ditangkap di Bandara Ngurah Rai

| Selasa, 27/03/2018 01:45 WIB
Bawa Narkoba, 2 Pasang Suami Istri Ditangkap di Bandara Ngurah Rai 4 tersangka penyelundup narkoba Dibekuk Petugas Bandara Ngurah Rai.©2018 Merdeka.com/Kadafi

DENPASAR (aksi.id) - Dua pasangan suami istri (Pasutri) yang berasal dari Malaysia ditangkap petugas Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (10/3) lalu, sekitar pukul 14.30 Wita. Keempat orang itu berinisial S (41) dan RMT (43) serta MAF (35) dan NF (34).

Mereka ditangkap di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, saat tiba menggunakan maskapai penerbangan Air Asia Malaysia AK 376 rute Kuala Lumpur-Denpasar. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Bali, NTB, dan NTT, Husni Syaiful menjelaskan mereka ditangkap karena menyelundupkan narkotika jenis ganja, sabu dan MDMA (ekstasi).

"S yang merupakan staf Kudrat Partners Co dan suami dari RMT ditemukan menyembunyikan satu plastik klip berisi potongan daun berwarna coklat dengan berat 0,65 gram brutto, diduga sebagai sediaan narkotika jenis ganja di dalam lipatan kaos berwarna hitam merek Gildan di dalam tas punggung berwarna hitam merek Dynamic Balance," ucapnya, Senin (26/3).

 

Sementara, sang istri, RMT, yang merupakan ibu rumah tangga diketahui menyembunyikan satu plastik klip berisi potongan daun kering berwarna hijau dengan berat 7,97 gram.

"Jenis ganja yang disembunyikan di dalam saku celana warna hijau yang terletak di dalam tas bagpack warna hitam motif biru merek Deuter," tambah Husni.

Sementara itu, MAF yang berprofesi sebagai karyawan dan istrinya NF yang merupakan karyawan Tupperware beralamatkan di Selangor, Malaysia, kedapatan menyembunyikan ganja, sabu dan ektasi.

Dari hasil penggeledahan, tersangka MAF ditemukan satu bungkus plastik berisi ganja seberat 9,81 gram bruto, yang disembunyikan di dalam label yang terletak pada kerah jaket warna hitam merek Chill Out Planet.

Kemudian juga ditemukan di dalam tas punggung berwarna hijau merek Deuter, satu plastik klip berisi sabu dengan berat 1,33 gram bruto. Kemudian satu plastik klip berisi 10 butir ektasi berwarna orange dengan berat 2,05 gram bruto yang disembunyikan di dalam label yang terletak pada kaos berwarna hitam merek Space Tribe di dalam tas punggung berwarna hijau merek Deuter.

"Untuk NF juga kedapatan menyembunyikan satu plastik klip berisi potongan-potongan daun kering berwarna hijau (ganja) dengan berat 9,68 gram brutto yang disembunyikan di dalam saku celana 7/8 warna hitam ukuran 31/S merek High di dalam koper berwarna biru yang digunakannya," ungkap Husni.

Empat tersangka akan diserahkan ke Polda Bali untuk pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut tentang penyelundupan barang haram tersebut.

Keempatnya diduga melanggar pasal 102 huruf e Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006. Tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo pasal 113 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Keempat ini bisa dijatuhi pidana mati pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar," tutup Husni.

Sumber: merdeka.com.