press enter to search

Selasa, 11/12/2018 17:52 WIB

Gadis Asal Sumedang Juara Kedua Musabaqah Hifzhil Quran Putri Internasional di Yordania

| Kamis, 29/03/2018 09:40 WIB
Gadis Asal Sumedang Juara Kedua Musabaqah Hifzhil Quran Putri  Internasional di Yordania Rifdah Farnidah (tengah) bersama Dubes Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Andy Rachmianto (kiri), berfoto bersama setelah diumumkan sebagai juara kedua Musabaqah Hifzhil Quran Putri Tingkat Internasional kategori Tahfizh 30 juz, di Amman, Yordania. (KBRI Amman)

AMMAN (aksi.id) - Rifdah Farnidah dari Indonesia dinobatkan sebagai juara kedua Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) Putri Tingkat Internasional kategori Tahfizh 30 juz yang berlangsung di Amman, Yordania.

Kementerian Waqaf dan Agama Islam Kerajaan Hasyimiah Yordania mengumumkan keberhasilan Rifdah menghafal seluruh juz Alquran itu pada 24 Maret 2018.

Pada acara tahunan yang sudah digelar 13 kali ini, gadis asal Sumedang, Jawa Barat,  itu harus bersaing dengan 29 peserta dari 28 negara dari Eropa, Asia, dan Afrika.

Dubes Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Andy Rachmianto, yang menghadiri upacara pembukaan kompetisi MHQ di Aula Masjid King Abdullah I, mengaku bangga kepada Rifdah yang telah menyumbang prestasi pada kompetisi internasional di Yordania itu.

"Saya berharap jejak ini dapat diikuti oleh kaum muda lainnya di tanah air agar dapat berperan sebagai agen diplomasi Indonesia pengharum nama bangsa," kata Andy yang bertemu dengan Menteri Waqaf dan Agama Islam Yordania, Abdul Nasser Abu Basal, dan Mufti Besar Yordania, Syeikh Mohammad Khalaileh, pada pembukaan acara itu.
 
Abu Basal sendiri menggarisbawahi keutamaan generasi muda muslim untuk senantiasa menjaga, merawat dan mengamalkan Alquran yang salah satunya melalui pembinaan menjadi hafiz Quran. Di Yordania, kegiatan relijius seperti itu didukung penuh oleh pihak kerajaan di bawah naungan Ratu Rania.

Pemenang pertama kompetisi MHQ Putri ini adalah peserta dari Aljazair, diikuti Hafizah, kemudian Iran, Mesir dan Arab Saudi.

Selain mengikuti kompetisi, para peserta juga diajak melakukan napak tilas ke berbagai situs sejarah Islam di Yordania, seperti Gua Ashabul Kahfi, Laut Mati, dan berbagai makam nabi dan para sahabat nabi.
 
Setelah Menteri Waqaf dan Agama Islam Yordania memberikan sertifikat kepada para pemenang, Dubes Andy Rachmianto mengundang Rifdah guna melantunkan beberapa ayat suci Alquran di Wisma Duta dalam acara "Malam Diaspora" dengan masyarakat Indonesia di Amman.

 
Sebelumnya, Rifdah sudah juara 1 MTQ tingkat Nasional JQHNU golongan 5 juz di Kalimantan Barat tahun 2012, juara 1 MTQ Nasional golongan 10 juz di Nusa Tenggara Barat tahun 2016, dan juara 1 MTQ Nasional golongan 30 juz di Kalimantan Barat tahun 2017.
 
Salah seorang pembimbingnya Mutmainnah mengatakan bahwa Rifdah itu seorang hafidzoh yang mutqin. Hafidzoh mutqin itu hafidzoh yang benar-benar hafal Al-Quran 30 juz. Bisa disimak dengan lancar tanpa melihat mushaf Al-Quran. Bahkan seluruh waktunya habis didedikasikan untuk Al-Quran.
 
Mutmainnah yang tercatat sebagai dosen di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta juga mengatakan keberhasilan yang di peroleh oleh Rifdah sebagai langkah awal untuk menuju ketingkat selanjutnya. 
 
"Jangan puas sampai di sini saja, pelajari terus Al-Quran karena samudra Al-Quran sangat luas. Hafalan Al-Quran yang mutqin menjadi pintu gerbang untuk mengarungi samudera Al-Quran," harapnya.
 
Semoga ke depanya di Indonesia akan tumbuh dan berkembang lagi generasi yang semakin peduli dengan Al-Quran. Sehingga Indonesia menjadi gudang huffadz (penghafal Quran) juara Dunia, tutup Mutmainnah. 

(antara).

Keyword Tahfidz MHQ