press enter to search

Rabu, 23/05/2018 05:57 WIB

Pakai Trawl, Kapal Deli Kencana dan KM MBF-2 Ditangkap di Perairan Belawan

| Sabtu, 31/03/2018 21:01 WIB
Pakai Trawl, Kapal Deli Kencana dan KM MBF-2 Ditangkap di Perairan Belawan Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal I Belawan menangkap KM. Deli Kencana dan KM MBF-2--Istimewa

MEDAN (aksi.id) - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal I Belawan menangkap KM. Deli Kencana dan KM MBF-2. Kedua kapal ditangkap saat menangkap ikan dengan menggunakan jaring trawl di sekitar perairan Belawan Sumatera Utara.

Kedua kapal tersebut diduga telah melakukan pelanggaran karena tak miliki dokumen yang lengkap. Serta melakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap ilegal jenis trawl yang dilarang pemerintah. 

 "Berdasarkan pelanggaran tersebut, maka KM Deli Kencana dan KM MBF-2 beserta abk dan muatannya dibawa menuju dermaga Lantamal I Belawan, dengan pengawalan KAL BOA untuk dilaksanakan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut," kata Komandan Lantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, Sabtu (31/3/2018).

Penangkapan kapal tersebut berawal saat Tim WFQR I yang sedang melaksanakan patroli laut dengan menggunakan KAL BOA. Kemudian Tim WFQR I melihat ada dua kapal ikan yang sedang melakukan aktifitas penangkapan ikan dengan menggunakan jaring. 

Selanjutnya tim WFQR I KAL BOA mendekati dan menghentikan kapal tersebut, guna melaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan.  Setelah dilaksanakan pemeriksaan, diketahui kedua kapal tersebut merupakan kapal ikan bernama KM. Deli Kencana dengan bobot GT 29 dan KM BMF-2 dengan bobot GT 29. Selanjutnya, Tim WFQR I mengecek dan memeriksa surat-surat dokumen kapal serta muatan kapal. 

Dari kedua kapal tersebut ditemukan muatan ikan campur sebanyak 700 Kg. Sementara untuk kelengakapan dokumen setelah dilaksanakan pemeriksaan ditemukan bahwa kedua kapal tersebut tidak memiliki beberapa dokumen yang sah. 

"Diantaranya tidak ada dokumen SPB, SLO, SIPI dan Surat Ukur sudah tidak berlaku. Namun yang paling memberatkan adalah kedua kapal tersebut menggunakan alat tangkap ikan jenis Trawl," ucapnya. 

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan melarang penggunaan jaring jenis trawl, karena dapat merusak eksosistem bawah laut serta tidak ramah lingkungan.