press enter to search

Senin, 17/12/2018 01:23 WIB

Zahara T Rony Kenalkan Jurus Mudah Metode Penelitian Kualitatif Tipe Studi Kasus

| Senin, 09/04/2018 22:11 WIB
Zahara T Rony Kenalkan Jurus Mudah Metode Penelitian Kualitatif Tipe Studi Kasus Buku bertajuk

JAKARTA (aksi.id) - Melalui buku bertajuk "SIAP FOKUS, SIAP MENULIS, Skripsi, Tesis, Disertasi (Jurus Mudah Gunakan Metode Kualitatif Tipe Studi Kasus)," Dr. Zahara Tussoleha Rony, M.M, memperkaya ruang wawasan bagi mahasiswa dan kalangan peneliti untuk lebih gampang meneliti dengan berbasis metode kualitatif.

Perempuan berjilbab ini merupakan Human Capital Strategiest di beberapa perusahaan yang bergerak dibidang media, konstruksi, serta pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Pengalaman di bidang MSDM selama 17 tahun, mengantarnya menjadi konsultan pengembangan SDM di berbagai perusahaan swasta dan BUMN.

Ia aktif sebagai Career Coach di berbagai perusahaan, juga sebagai Sekertaris Yayasan Pusat Studi Sumber Daya Manusia dan wakil ketua bidang organisasi PMI Provinsi DKI Jakarta periode 2017-2022, dosen tetap di Univesitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Pengalaman dan proses mencari kebenaran menjadikannya kian gemar menulis buku. Mottonya tidak perlu menunggu hebat dalam melakukan sesuatu kini telah menghasilkan buku kedua setelah buku pertama dengan judul SIAPA HARUS PERGI, SIAPA HARUS TINGGAL (Strategi Mencegah Turnover Karyawan Gen-Y) laris manis di lasaran.

Kepada Aksi.id, Senin (9/4/2018),  Zahara memaparkan tentang buku bertajuk "SIAP FOKUS, SIAP MENULIS, Skripsi, Tesis, Disertasi (Jurus Mudah Gunakan Metode Kualitatif Tipe Studi Kasus)."

Dia menuturkan membangun suatu fondasi penelitian bukanlah hal mudah, dan masih terus menjadi persoalan serius bagi bangsa Indonesia. Salah satu upaya adalah Indonesia harus memberikan perhatian ekstra pada pembangunan penciptaan sumber daya manusia yang memiliki passion dan mencintai penelitian.

"Hal ini dapat dimulai dari membina mahasiswa. Mereka merupakan aset berharga yang harus diarahkan dan terus dibimbing dan didorong untuk mencintai penelitian," cetusnya.

Selain itu, dia menguyarakan  masih diperlukan banyak buku referensi panduan penelitian agar mahasiswa dapat mudah memahami berbagai metode penelitian dengan baik, di antaranya metode kuantitatif, kualitatif dan campuran ( mix-method).

Banyak mahasiswa mengganggap bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang memerlukan waktu panjang dan baru bisa diselesaikan dalam watu yang lama, sehingga banyak orang mengira penelitian kualitatif itu sulit dikerjakan, "lantas orang memilih penelitian kuantitatif yang bisa dikerjakan dalam waktu lebih pendek dengan bantuan analisis statistik. Mereka lupa bahwa setiap metode penelitian memiliki kekhasannya masing-masing," jelasnya.

Setiap metode penelitian itu mempunyai keunggulan dan kelemahan. "Dalam penelitian kuantitatif, kita sering terjebak kepada miskonsepsi atau reduksi konseptual, sehingga metode kuantitatif itu dipandang belum sepenuhnya dapat menjelaskan komprehensifitas fenomena atau fakta yang dihadapi," ujar wanita kelahiran Belitung itu.

Begitu juga penelitian kualitatif, Zahara mengemukakan sering dianggap oleh orang menyimpulkan sesuatu yang terlalu bersifat subjektif, tetapi di lain pihak, penelitian kualitatif justru dilihat sebagai metode yang mampu mendeskripsikan komprehensifitas keadaan atau fakta.

Penelitian kualitatif mampu memberikan gambaran menyeluruh terhadap fenomena yang muncul ke permukaan, bahkan dalam banyak kasus, penelitian kualitatif memberikan penjelasan yang lebih rinci terhadap sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh penelitian kuantitatif.

Dua metode itu seringkali dipertentangkan satu sama lain, padahal kedua metode penelitian itu sah dan benar. Artinya kedua metode penelitian itu digunakan sebagai cara atau teknik untuk mendapatkan penjelasan ilmiah baru dalam khasanah ilmu pengetahuan.

"Ketika membaca buku ini, kegiatan penelitian tidaklah merupakan sesuatu yang sulit, justru kegiatan akademik yang cukup menyenangkan. Buku ini menjelaskan bagaimana sebuah penelitian kualitatif dapat dikerjakan dengan mudah dan tetap memenuhi kaidah-kaidah ilmiah," tegasnya.

Zahara mengutarakan menulis buku ini melalui penelitian kualitatif tipe studi kasus secara langsung, sehingga buku ini menjadi gambaran bagaimana seorang peneliti bekerja dan melakukan penelitian tipe studi kasus.

Uraian pengalamannya rinci, sistematis yang memberikan gambaran menyeluruh terhadap prosedur dan tata cara penelitian kualitatif tipe studi kasus yang benar.

"Jika kita membacanya secara runtut, maka kita akan mendapat gambaran yang cukup lengkap tentang bagaimana kita harus mengerjakan penelitian tipe studi kasus, karena apa yang digambarkan di dalam buku ini merupakan pengalaman konkret  dalam melakukan penelitian kualitatif tipe studi kasus," jelasnya.

Salah satu hal menarik dari buku ini adalah uraian pengalaman penelitian disampaikan dengan bahasa populer, tidak terlalu berat, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami apa yang menjadi topik penelitian. Itu sebabnya buku ini sangat bermanfaat khususnya bagi mahasiswa S1, S2, S3 yang akan melakukan penelitian kualitatif tipe studi kasus. Buku ini akan memperkaya penjelasan, gambaran riil sebuah penelitian tipe studi kasus yang harus dilakukan oleh seorang peneliti. (dien).

Artikel Terkait :

-