press enter to search

Rabu, 20/06/2018 14:13 WIB

Ribuan Warga Bali Jadi Pelaut di Kapal Pesiar Asing, Gajinya Minimal 800 Dolar/Bulan

| Rabu, 11/04/2018 12:08 WIB
Ribuan Warga Bali Jadi Pelaut di Kapal Pesiar Asing, Gajinya Minimal 800 Dolar/Bulan

DENPASAR (aksi.id) - Mayoritas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bali yang kerja di luar negeri adalah ikut kapal pesiar (cruise).

Oleh karena itu, lembaga pendidikan yang bergerak di bidang pariwisata kapal pesiar cukup diminati oleh siswa SMA/SMK yang baru lulus Ujian Nasional (UN).

Mereka mengambil kuliah jurusan pariwisata kapal pesiar (cruise) dengan harapan lebih cepat mendapatkan kerja.

Itu seperti yang terjadi pada lembaga pendidikan Royal Ocean International yang berada di Jalan Prof Moh Yamin, Denpasar.

Lembaga ini menyediakan perkuliahan di bidang layanan untuk kapal pesiar.

 Para peserta didik atau mahasiswanya dilatih skill dan aplikasi, tidak hanya teori. 

Staf Bagian General Affair Royal Ocean International, Amirudin Ali mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan agen-agen kapal pesiar yang bisa langsung memberikan pelatihan, dan menghubungkan mahasiswa yang lulus perkulihan untuk bisa langsung bekerja di kapal pesiar yang diageni. 

Lembaga pendidikan ini menyerahkan para alumni kepada agen untuk bisa dipekerjakan di kapal pesiar melalui prosedur resmi.

Agen biasanya akan mengurus semua prosedur mulai dari pengisian data diri calon TKI melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) hingga ke BP3TKI. 

"Sebagai lembaga pendidikan, kami bekerjasama dengan agen dan agen ini yang memberangkatkan para lulusan kami ke kapal pesiar. Agen yang mengurus langsung ke BP3TKI untuk keberangkatan calon TKI," kata Amirudin kepada Tribun Bali, Sabtu (7/4/2018). 

Seperti diberitakan Tribun Bali, Senin (9/4/2018), Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar mengungkapkan, dari jumlah rata-rata 4.700-an TKI Bali dalam tiga tahun terakhir ini sebagian besar adalah pekerja di kapal pesiar asing.

Menurut Ilham Achmad, Kepala BP3TKI Denpasar, jumlah TKI Bali yang bekerja di kapal pesiar bisa jadi lebih besar lagi dalam kenyataan, namun tidak terdata oleh BP3TKI Denpasar.

Amirudin Ali dari Royal Ocean International mengungkapkan, sepengetahuannya lembaga pendidikan di Bali yang membuka program pariwisata kapal pesiar tidak sembarangan memilih agen mitra kerjanya.

Alasannya, pekerjaan di kapal pesiar mempunyai aturan dan standar internasional yang diterapkan dengan ketat.

Tidak hanya itu, salah dalam memilih agen mitra kerja bisa berdampak besar dan bisa membuat jatuhnya citra pariwisata Bali. 

 

"Untuk kerja di kapal pesiar harus memenuhi standar yang ditetapkan kapal pesiar. Izinnya juga harus jelas. Citra agen akan buruk jika mereka mengirimkan secara tidak resmi atau tidak punya izin yang jelas," jelasnya. 

Perencanaan penyaluran kerja lulusan dilakukan oleh lembaga pendidikan pariwisata kapal pesiar melalui kerjasama dengan agen.

Kerjasama itu berlangsung sejak awal sampai proses keberangkatan lulusan ke kapal.

Lembaga pendidikan juga berkolaborasi dengan agen dalam merumuskan kurikulum dan materi perkuliahan agar menghasilkan SDM lulusan yang sesuai standar kapal pesiar. 

"Sebelum memulai perkuliahan, kami konsultasi dengan para agen tentang skill apa yang dibutuhkan dan harus dikuasai oleh mahasiswa kami agar siap pakai oleh kapal pesiar. Agen biasanya memberi jawaban, dan dari jawaban itu kami buat kurikulum untuk perkuliahan," jelas Amirudin. 

Berdasarkan kerjasama dan konsultasi dengan agen kapal pesiar, menurut Amirudin, karyawan yang berasal dari Bali mendapat keistimewaan.

Keistimewaan itu tidak dimiliki oleh karyawan dari negara-negara lain.

Artinya, jelas dia, TKI asal Bali sangat dipertimbangkan untuk dipekerjakan oleh perusahan kapal pesiar.

Oleh sebab itu, sampai sekarang orang Bali masih banyak dibutuhkan di pasar kerja kapal pesiar. 

Amirudin juga menjelaskan, alasan anak muda Bali ingin bekerja di kapal pesiar adalah karena penghasilan yang diperolehnya cukup besar. 

 "Rata-rata siswa ingin bekerja di kapal pesiar karena alasan ekonomi. Gaji pekerja di kapal pesiar untuk posisi paling rendah saja sudah sebesar 800 dolar AS," kata Amiruddin.

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Kemahasiswaan Mediterranean Bali Hotel & Cruise Line Training Centre, Kadek Widiana.

Ia mengatakan, pihaknya sebagai lembaga pendidikan akan melakukan pelatihan dalam bentuk perkuliahan dan magang selama 1-2 tahun untuk mendapatkan sertifikat kapal pesiar. 

Sertifikat itu akan dibawa ke agen kapal pesiar untuk dilakukan seleksi masuk kerja di kapal pesiar. Prosedur yang ditempuh dan pemberangkatan kerja ke luar negeri melalui agen, telah dilakukan dengan proses yang matang. 

"Setelah lulus, kita tetap mengarahkan mereka untuk diutamakan berangkat ke kapal pesiar melalui mitra agen kami. Kita tidak sembarangan memilih agen, dan itu ada MoU atau Nota Kesepamahan-nya," kata Kadek Widiana.

(zan/win)/tribunnews.com).