press enter to search

Rabu, 18/07/2018 04:30 WIB

KPK Tahan 3 Pejabat Pemkab Bandung Barat

| Kamis, 12/04/2018 01:23 WIB
KPK Tahan 3 Pejabat Pemkab Bandung Barat Foto: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati (Haris/detikcom)

JAKARTA (aksi.id) -  Tiga pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Kamis (12/4/2018) dinihari.

Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Bandung Barat Asep Hikayat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adiyoto dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati 

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengungkapkan mereka ditahan selama 20 hari ke depan di rutan cabang KPK karena dugaan suap kepada Bupati Bandung Barat Abubakar.

Sebelumnya Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andria mengutarakan  kepala dinas atau SKPD yang diduga menyetor duit suap Rp40 juta ke Bupati Bandung Barat Abu Bakar. 

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Bandung Barat Abu Bakar sebagai tersangka kasus dugaan suap. Dia diduga menerima uang Rp 435 juta untuk keperluan kampanye istrinya, Elin Suharliah, yang mengikuti pilkada Bandung Barat.

"Diduga ABB (Abu Bakar) meminta uang ke sejumlah kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya, Elin Suharlian, sebagai Bupati Bandung Barat 2018-2023," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang 

Saut menyebut Abu Bakar meminta uang itu kepada sejumlah kepala dinas di wilayahnya. Permintaan itu terus dilakukan dalam kurun waktu Januari hingga April ini.

AJUKAN ISTRI

Abubakar merupakan politisi PDI Perjuangan (PDIP) yang sudah dua periode menjabat bupati.

Karena sudah dua periode, maka Abubakar tidak bisa mencalonkan lagi. Namun politisi PDIP itu tak lantas akan senyap dalam perpolitikan dan kekuasan di daerah tersebut.

Istrinya, Elin Suharliah Abubakar, maju dalam pemilihan Bupati Bandung Barat. Berpasangan dengan Maman Sunjaya, Elin maju dengan rekomendasi dari PDIP.

Di tengah pro dan kontra pencalonannya menjadi bupati Bandung Barat untuk menggantikan suaminya, Elin  merasa memiliki kapasitas untuk memimpin dan menyejahterakan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Karier Elin di pemerintahan dirintis dari bawah. Setelah lulus dari APDN pada 1977, Elin diangkat menjadi karyawan staf Kantor Bangdes Pemerintah Kotamadya Bandung. Setelah itu, ia mendapatkan jabatan pertamanya sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha di kantor tersebut.

Karier perempuan yang mengidolakan Siti Khadijah itu melejit setelah ditugaskan menjadi camat Katapang. Beberapa posisi jabatan lainnya pernah ditempati Elin sebelum ia pensiun dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Kantor Arsip Daerah Kabupaten Bandung.

 

JURKAM

Abubakar yang juga sebagai Ketua DPC PDIP Bandung Barat, mengaku tidak akan ikut menjadi juru kampanye (jurkam) istrinya yang maju dalam pemilihan bupati, Elin Suharliah yang berpasangan dengan Maman Sunjaya.

Menurutnya, masalah juru kampanye tergantung dari perintah partai PDIP baik DPD ataupun DPP.

(dien/dari berbagai sumber).