press enter to search

Jum'at, 14/12/2018 00:56 WIB

WHO: ASI Selama 2 Tahun Pertama akan Selamatkan 820.000 Balita Setiap Tahun

| Jum'at, 13/04/2018 16:29 WIB
WHO: ASI Selama 2 Tahun Pertama akan Selamatkan 820.000 Balita Setiap Tahun

mengatakan menyusui bayi pada dua tahun pertama kehidupan mereka akan menyelamatkan lebih dari 820 ribu balita setiap tahun.

WHO mengeluarkan 10 langkah panduan yang bertujuan mempromosikan menyusui di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh dunia.

WHO dan Dana PBB untuk Anak-anak (UNICEF) meluncurkan inisiatif Rumah Sakit Sayang Bayi pada 1991, program sukarela untuk mendorong para ibu baru untuk menyusui. Kedua badan PBB ini ingin memperluas program ini agar menyusui menjadi standar perawatan untuk semua bayi di semua rumah sakit. Program ini bertujuan untuk cakupan 100 persen.

Pejabat teknis Departemen Nutrisi untuk Kesehatan dan Pembangunan WHO, Laurence Grummer-Strawn, mengatakan panduan dengan 10-langkah yang sudah dibarui memberikan saran kepada fasilitas-fasilitas kesehatan bentuk perawatan yang harus ditawarkan kepada para ibu baru dan bayi-bayi mereka.

"Panduan ini memfokuskan pada masala-masalah, seperti menyatukan ibu dan bayi, teknik kanguru, postpartum, inisiasi dini menyusui," kata dia.

"Panduan ini tentang menghindari penggunaan susu formula kecuali karena alasan medis..Hal baru lainnya dari panduan 10-langkah ini adalah langkah-langkah ini jelas diterapkan untuk semua bayi. Prinsip-prinsip inti dibalik 10-langkah ini juga bisa diterapkan untuk bayi-bayi prematur, bayi dengan berat badan rendah dan bayi-bayi yang sedang sakit," ujarnya.

Gummer-Strawn mengatakan secara global hanya sekitar 40 persen bayi di bawah enam bulan yang mendapat ASI ekslusif.

Dia mengatakan kepada VOA bahwa cakupan rumah sakit sayang bayi di Afrika sangat rendah, yaitu hanya empat persen. Kondisi ini menjadi perhatian karena sedkit perempuan yang menerima panduan yang mereka butuhkan mengenai keuntungan pemberian ASI ekslusif.

"Kami sangat yakin kurangnya pemberian ASI sangat menyumbang tingkat kematian," kata dia. "Laju kematian bayi baru lahir belum turun secepat penurunan laju kematian anak-anak. Dan, salah satu kekhawatirannya adalah kita tidak menyediakan nutrisi yang baik, terutama kepada bayi-bayi dengan berat badan rendah. Jadi, menangani perawatan dini adalah cara yang lebih baik untuk mencegah beberapa hal itu."

Para pendukung kesehatan mengatakan menyusui memberi banyak keuntungan. Mereka mengatakan pemberian ASI melindungi bayi baru lahir dari infeksi dan mengurangi angka kematian. ASI juga meningkatkan kualitas IQ, kesiapan sekolah dan kehadiran di sekolah. Mereka mengatakan anak-anak dan orang dewasa yang mendapat ASI pada waktu bayi, memiliki risiko lebih kecil obesitas atau berat badan berlebih. Menyusui juga mengurani risiko terkena kanker payudara pada ibu. 

ALQURAN MEWAJIBKAN.

Imbauan WHO itu tampaknya menjadi bukti salah satu ajaran Islam tentang kewajiban ibu menyusui bayi. 

Masa menyusui adalah masa terpenting bagi pertumbuhan bayi. Nutrisi yang diterima bayi pada masa yang diistilahkan sebagai masa emas (golden age) ini ternyata dibahas dalam Alquran.

Dalam Alquran disebutkan, masa menyusui dalam ajaran Islam adalah dua tahun. Firman Allah SWT, "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan," (QS al-Baqarah [2]: 233). Namun tak ada salahnya jika si ibu tak sampai dua tahun dalam menyusui bayinya.
 
Menyusui sampai bayi berumur dua tahun hanyalah sebatas anjuran, bukan kewajiban. Ini diterangkan dalam penghujung ayat tersebut, "Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya." (QS al-Baqarah [2]: 233).

Menyusui selama dua tahun disebut sebagai bentuk maksimalnya perhatian orang tua kepada bayinya. "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun." (QS Luqman [31]: 14).

Ayat ini menyuruh seorang anak mengingat betapa besarnya perhatian ibunya. Ada dua bentuk jasa paling besar seorang ibu, yaitu ketika lemahnya masa hamil, dan menyusuinya selama dua tahun. Dua hal ini adalah jasa sangat besar seorang ibu yang disebutkan Allah SWT. Karena itulah si anak wajib berbakti pada ibunya.

Dari dua ayat tersebut, mayoritas ulama menyimpulkan bahwa dua tahun adalah jangka waktu yang ditentukan Allah untuk menyusui. Seperti pendapat Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat tersebut.

Walau ayat ini berbentuk khabar (informasi) namun ada unsur perintah yang harus dilaksanakan umat Islam.

"Ini merupakan petunjuk dari Allah SWT kepada para ibu agar mereka menyusui anak-anaknya dengan pemberian ASI yang sempurna selama dua tahun," terang Ibnu Katsir.

Pandangan Ibnu Abbas, masa dua tahun untuk menyusui hanya diperuntukkan bagi bayi yang lahir prematur, seperti enam bulan masa kandungan. Sementara, jika lahir dalam usia kandungan lebih dari enam bulan, jangka waktu untuk menyusui otomatis berkurang dari dua tahun. 

Ibnu Abbas berdalil dengan Alquran surat al-Ahqaf [46] ayat 15, "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan."

Dalam ayat ini disebutkan, masa mengandung dan menyusui totalnya selama 30 bulan. Jika dua tahun (24 bulan) dihabiskan untuk menyusui, maka sisanya hanya enam bulan untuk masa mengandung. Jika masa mengandung sampai 9 bulan, maka otomatis masa menyusui menjadi 22 bulan.

Pemberian ASI selama dua tahun bukan tanpa alasan. Hal ini sebagai bukti, bahwa ajaran Islam sangat memperhatikan asupan nutrisi yang diberikan kepada bayi. Dunia kedokteran membuktikan, ASI yang diberikan selama dua tahun terbukti menjadikan bayi lebih sehat.

Bahkan di negara-negara maju, pemerintah dengan suka rela memberikan masa cuti melahirkan selama dua tahun. Hal ini dimaksudkan agar masa menyusui dua tahun dapat dimaksimalkan si ibu untuk menyusui bayinya.

Ilmu kedokteran modern bahkan merinci fase menyusui ini dengan beberapa tahapan. Seperti pada masa enam bulan pertama, dikenal dengan masa ASI eksklusif. Si bayi hanya diperbolehkan meminum ASI dari ibunya saja dan belum diperbolehkan meminum makanan lain.

Setelah usia enam bulan, barulah si bayi diberikan makanan lainnya selain ASI. Setelah usia enam bulan, si bayi akan mulai tumbuh gigi dan mengenal tahap belajar duduk, berdiri, lalu berjalan.

Keempat aktivitas ini, memerlukan tulang yang kuat, energy yang tepat, serta tenaga yang besar. Jadi diperlukan makanan tambahan disamping ASI yang terus diberikan hingga dua tahun.

Kendati ilmu pengetahuan modern baru-baru ini menegaskan pentingnya pemberian ASI hingga dua tahun, namun ajaran Alquran telah lama mengimbau umatnya.

Orang yang hidup di masa lampau tak akan abai dengan nutrisi bayinya, jika memahami ayat Alquran tersebut. Mereka pun bisa optimal menjaga pertumbuhan bayi, hanya dengan berpedoman dari Alquran.

(VOA/ROL).