press enter to search

Rabu, 25/04/2018 09:57 WIB

Ida Fiqriyah, Kartini Zaman Now yang Menjadi Captain Pilot Wanita Pertama di Garuda Indonesia

Redaksi | Jum'at, 13/04/2018 16:33 WIB
Ida Fiqriyah, Kartini Zaman Now yang Menjadi Captain Pilot Wanita Pertama di Garuda Indonesia Capt. Ida Fiqriyah, captain pilot PT Garuda Indonesia, Tbk.

059811700_1492784473-Hari-Kartini

JAKARTA (Aksi.id) – Capt. Ida Fiqriyah, adalah sosok Kartini zaman now yang layak dicontoh dan ditiru. Di tengah kondisi kerja yang maskulin itu, ia berhasil membuktikan prestasinya yang cukup membanggakan.

Ida Fiqriyah adalah salah satu captain pilot andalan di maskapai nasional PT Garuda Indonesia, Tbk. Ida berhasil menggapai karier tertinggi sebagai seorang pilot di maskapai  skytrack sekelas bintang lima.

Namun bukan berarti Capt. Ida Fiqriyah langsung sukses mencapai posisi terhormat di maskapai dengan kode penerbangan GA itu. Ia lulus sebagai pilot muda (CPL) pada tahun 1996 lulus PLP Curug (Sekarang STPI).

Wanita cantik ini sebenarnya tak mempunyai “darah” sebagai penerbang. Tak ada satupun dari anggota keluarganya yang bekerja  di sektor penerbangan apalagi menjadi pilot.

Namun bukan berarti ia tak mampu menjalani profesi sebagai pilot. Ida itu menjalani profesinya dengan tekun, pengabdian dan profesionalisme yang tinggi.

“Sekitar  17 tahun sebagai FO (First Officer) atau Co-pilot, sebelum akhirnya dikukuhkan sebagai Captain Pilot di Garuda Indonesia,” jelas Capt. Ida Fiqriyah menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Sebagai pilot wanita di GA, Capt. Ida dikukuhkan sebagai captain pilot oleh Direktur Operasi Garuda Indonesia saat itu, Capt. Novianto. Dia merupakan seniornya sebagai pilot,  baik di perusahaan atau almamater tercinta di STPI Curug.

Capt. Ida mengaku semua jenjang karier dijalani sesuai tahapan dan jenjang kerja masing-masing. Semua profesi harus dilakukan secara profesional.

“Tidak ada perlakukan yang khusus, kecuali kami dapat hak cuti gravida (mengandung+melahirkan+menyusui) dan H-1 siklus bulanan perempuan,” papar Capt. Ida.

Meski berat, aku dia, namun semua tahapan sebelum dikukuhkan menjadi captain pilot berhasil ia jalani dengan baik.  “Semua pilot di Garuda harus menjalani semua tahapan dan beban tugas dan tanggung jawab  masing-masing selama bekerja sebagai pilot pilot,” aku Capt. Ida.

images-6

Beresiko dan Perjuangan RA Kartini

Capt Ida menambahkan, pilot merupakan pekerjaan dengan resiko tinggi, maka diperlukan kecerdasan, kemampuan dan kecakapan khusus serta kesabaran.

“Syarat menjadi pilot memang cukup berat. Mereka harus lulus test seleksi, baik akademis, kesehatan, keterampilan menerbangkan pesawat, attitude (perilaku) yang baik,  kemampuan tekhnis maupun non teknis dan yang lainnya,” terang Capt. Ida.

Menurutnya, jumlah pilot perempuan di Garuda Indonesia (GA) masih relatif kecil. Jumlahnya kurang lebih 30 orang dengan berbagai tipe rating serta jenis pesawat yang dibawanya.

Sebagai pilot wanita di Indonesia, Capt. Ida sangat RA.Kartini adalah pelopor perjuangan perempuan di Indonesia. Kartini menjadi tonggak perjuangan keberadaan perempuan di Indonesia. “Semangat dan perjuangannya diharapkan menjadi contoh bagi kaumnya yang lainnya,” terang dia.

Belum populernya profesi pilot perempuan di Indonesia,  menjadi tantangan tersendiri. Bagi pilot wanita termasuk dirinya, harus mampu dan membuktikan bahwa wanita juga bisa menjalankan tugas layaknya kaum Adam sebagai pilot.

Oleh karena itu, saran Capt. Ida, pandai-pandailah menempatkan diri. Apapaun profesiya harus djalani dengan baik dan penuh tanggung jawab. Seorang bekerja termasuk pilot harus bisa menempatkan diri sekaigus bekerja dengan baik.

“Fokus terhadap tanggung jawab dimana kita berada. Jika ada usaha, semua bisa dilakukan kaum perempuan. Termasuk menjadi pilot yang profesional,” tegas Capt. Ida.(helmi)