press enter to search

Jum'at, 20/04/2018 00:25 WIB

KPK Usut Uang Suap Bupati Bandung Barat untuk Biayai Pencalonan Istrinya di Pilkada

| Jum'at, 13/04/2018 23:29 WIB
KPK Usut Uang Suap Bupati Bandung Barat untuk Biayai Pencalonan Istrinya di Pilkada Elin Suharliah Abubakar (kanan) berfoto bersama Ketua PDIP Jabar Tb Hasanuddin (tengah) dan suaminya Bupati Bandung Barat, Abubakar (paling kiri). (ist)

JAKARTA (aksi.id)  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan suap Bupati Bandung Barat Abubakar yang mengalir ke istrinya, Elin Suharliah selaku calon Bupati Bandung Barat.

Uang yang dikumpulkan Abubakar itu disinyalir digunakan Elin untuk kepentingan kampanye di Pilkada Bupati Bandung Barat 2018. 

"Dalam proses penyidikan kami bisa menelusuri lebih lanjut, misalnya terkait dengan penggunaan dana Pilkada apakah ada yang sudah digunakan atau belum dan sejauh mana pengetahuan pihak-pihak lain terkait dengan hal ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (13/4).

Febri mengatakan pihaknya sejauh ini baru mengetahui ada permintaan untuk membantu pendanaan pencalonan istri Abu Bakar dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) Abubakar, penyidik KPK menyita uang sekitar Rp435 juta. 

"Yang pasti sekarang yang baru kami temukan adalah memang ada dugaan permintaan untuk, dalam tanda kutip, bantu-bantu ya untuk proses Pilkada ini," tuturnya seperti dikutip cnnindonesia.

KPK menduga Abubakar `memalak` lebih dari lima Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membantu istrinya pada Pilkada Bupati Bandung Barat. Istri Abu Bakar bepasangan dengan Maman Sunjaya sebagai wakilnya. Mereka diusung oleh PDIP, PPP, dan PKB. 

"Kemungkinan ada atau tidak dari lima itu kami memang dapat info ada dugaan selain lima dinas tersebut. Perlu kita klarifikasi dan telusuri lebih lanjut," kata Febri. 

Abu Bakar telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bandung Barat Weti Lembanawati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bandung Barat Adityo, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Bandung Barat Asep Hikayat. 

KPK menyebut masing-masing SKPD di Bandung Barat ini menyetor uang Rp40 juta kepada Abu Bakar. Uang itu diduga diminta Abu Bakar secara berkala kepada sejumlah kepala dinas di wilayahnya, dalam kurun waktu Januari hingga April 2018.

Abu Bakar disinyalir menjanjikan jabatan kepada kepala SKPD yang menyetorkan uang untuk keperluan sang istrinya pada Pilkada ini. Para kepala SKPD itu akan diberi jabatan jika sang istri, Elin menang dalam Pilkada Bandung Barat 2018.
 (