press enter to search

Rabu, 18/07/2018 04:32 WIB

Anies: 24 Warga Kampung Akuarium Meninggal Setelah Digusur

| Sabtu, 14/04/2018 15:03 WIB
Anies: 24 Warga Kampung Akuarium Meninggal Setelah Digusur

JAKARTA (aksi.id)  - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut 24 warga Kampung Akuarium meninggal tanpa ada perlindungan yang baik setelah digusur pada April 2016 silam. 

Anies menyebut warga dibiarkan saja hidup di antara puing-puing bekas penggusuran tersebut.

"Kalau panas kepanasan, kalau hujan kehujanan. Alhamdulillah sekarang shelter sudah terbangun," kata Anies saat hadir di peringatan dua tahun penggusuran Kampung Akuarium, Jakarta, Sabtu (14/3/2018).

Pemprov DKI Jakarta sendiri pada awal Januari 2018 membangun shelter dan diperuntukkan sementara bagi warga korban gusuran Kampung Akuarium sebelum bangunan permanen dibangun.

Rencanannya, Anies bakal membangun kembali Kampung Akuarium sebagai kawasan permukiman, tapi saat ini proses sebatas pengumpulan konsep dan aspirasi warga. 

"Tadi sudah diserahkan maket sesuai keinginan warga yang membangun kembali tempat ini," ujarnya.

"Proses yang kita lakukan sekarang ialah community action planing menangkap aspirasi warga berkolaborasi merancang bersama, melaksanakan bersama sama," ujarnya dia.

Anies juga menjanjikan pembangunan Kampung Akuarium menjadi permukiman akan didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P). 

"Nomor satu, begitu itu (konsep) masuk langsung kami masukkan anggaran. Kalau pemerintah kan harus pakai anggaran itu. Insya Allah di (APBD) perubahan," ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan ini berharap permukiman bisa mengakomodasi semua kebutuhan masyarakat yang hingga saat ini masih tinggal di Shelter.

"Nanti di sini akan dibangun lagi kampung. Sehingga kampung akuarium ya kembali seperti semula tempat berkumpul, berkegiatan ekonomi, berkegiatan sosial," ucap dia. 

Kampung Akuarium digusur pada 11 April 2016 di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk membangun Cagar Budaya. Namun, kebijakan tersebut dibatalkan ketika Anies menjabat.

Pada awal Januari 2018, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun shelter sebagai tempat tinggal sementara bagi warga korban gusuran yang kini sudah ditempati warga.

Artikel Terkait :

-