press enter to search

Jum'at, 21/09/2018 09:16 WIB

Jangan Lupakan Getirnya Penggusuran Kampung Akuarium & Tak Boleh Terulang

| Sabtu, 14/04/2018 15:34 WIB
Jangan Lupakan Getirnya Penggusuran Kampung Akuarium & Tak Boleh Terulang

 

JAKARTA (aksi.id) - Gubernur Anies Baswedan berjanji membangun ulang Kampung Akuarium.dan meminta masyarakat tak lupa penggusuran dua tahun silam agar peristiwa serupa tak terulang kembali.

"Karena itu peristiwa di Kampung Akuarium ini harus menjadi pengingat. Ini bukan untuk menengok masa lalu. Tapi peristiwa itu enggak boleh dilupakan," kata Anies, saat menghadiri peringatan dua tahun penggusuran Kampung Akuarium di Shelter Akuarium, Jakarta Utara, Sabtu (14/4).

Anies sendiri berjanji akan segera mengubah Kampung Akuarium menjadi kawasan permukiman dan kebijakan tersebut akan masuk di APBD perubahan. 

"Nomor satu, begitu itu (konsep) masuk langsung kami masukkan anggaran. Kalau pemerintah kanharus pakai anggaran itu. Insya Allah di (APBD) perubahan," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan ini berharap permukiman bisa mengakomodasi semua kebutuhan masyarakat yang hingga saat ini masih tinggal di Shelter.

"Nanti di sini akan dibangun lagi kampung. Sehingga kampung akuarium ya kembali seperti semula tempat berkumpul, berkegiatan ekonomi, berkegiatan sosial," ucap dia.

Dalam acara tersebut, perwakilan masyarakat Kampung Akuarium menyerahkan rancangan kasar bentuk permukiman baru dalam bentuk maket.

"Tadi warga sudah membuat usulan, ada yang maketnya dibuat dua lantai. Nanti kita lihat mana yang paling sesuai," ujar Anies.

Kampung Akuarium digusur pada 11 April 2016 di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk membangun Cagar Budaya. Namun, kebijakan tersebut dibatalkan ketika Anies menjabat.

Pada awal Januari 2018, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun shelter sebagai tempat tinggal sementara bagi warga korban gusuran yang kini sudah ditempati warga.

Selanjutnya, Anies berpesan kepada jajarannya agar membuat kebijakan dengan memperhatikan konstitusi keadilan dan mempersilakan jajarannya hengkang jika ada yang tak sevisi.

"Seluruh aparat Pemprov di Jakarta, kata kuncinya keadilan sosial. Kalau enggak pegang kata kunci itu enggak usah jadi barisan gubernur yang sekarang," kata Anies yang disambut riuh tepuk tangan warga.

Anies juga menyebut pemerintah harus paham dan mengerti kebutuhan warga dari segi fisik maupun psikis.

"Kebijakan itu harus mengerti kebutuhan dan mengerti bahwa yang menjadi perasaan warga yang diatur. Tidak boleh ini berulang di manapun di bumi pertiwi ini," ujar Anies.