press enter to search

Kamis, 20/09/2018 23:37 WIB

Ada Pelanggaran di Rumah Pemotongan Hewan di Qatar, Australia Setop Pasok Ternak

| Senin, 16/04/2018 01:19 WIB
Ada Pelanggaran di Rumah Pemotongan Hewan di Qatar, Australia Setop Pasok Ternak

CANBERRA (aksi.id) - Departemen Pertanian Federal Australia menangguhkan pengiriman domba Australia ke sebuah rumah jagal di Qatar atas tuduhan baru pelanggaran kesejahteraan hewan dan pelanggaran aturan rantai pasokan.

Pekan lalu, jaringan TV Channel Nine menyiarkan video dari 2.400 domba yang mati karena kepanasan di atas kapal ekspor yang menuju Timur Tengah.

Pada hari Sabtu (14/4/2018), Departemen Pertanian mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi dan rekaman gambar baru dari kelompok advokasi Animals Australia, yang menimbulkan kekhawatiran serius tentang operasional rumah jagal di Qatar dan kepatuhan terhadap Sistem Jaminan Rantai Pasokan Eksportir Pemerintah Federal (ESCAS).

"Tuduhan itu termasuk jual-beli domba kepada pembeli swasta dari rantai pasokan yang disetujui, dan salah penanganan domba di sebuah rumah pemotongan hewan yang disetujui ESCAS di Qatar," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.

"Pasokan hewan ke rumah potong hewan itu segera ditangguhkan dan setiap hewan yang sudah ada di tempat pemotongan hewan telah dipindahkan.

Informasi yang didapatkan ABC menunjukan jaringan TV Channel Nine memiliki kesepakatan untuk menyiarkan lebih banyak rekaman gambar yang menunjukkan domba-domba yang dilemparkan ke pengepit ternak di kandang dan dipukul dengan tongkat.

Angka dari lembaga induk industri ternak Australia Daging dan Ternak Australia (MLA) menunjukkan Qatar sebagai salah satu pasar ekspor terbesar untuk domba Australia.

Dalam 12 bulan terakhir hingga Februari lalu, sebanyak 661.000 domba telah diekspor ke negara Timur Tengah ini.

Departemen Pertanian mengatakan ini adalah keluhan pertama tentang ekspor domba ke Qatar sejak skema peraturan diperkenalkan pada tahun 2011.

Lembaga advokasi hewan Animal Australia telah membuat serangkaian keluhan tentang perdagangan ekspor langsung sejak awal Maret, termasuk tuduhan "praktik penanganan yang tidak sesuai" di Uni Emirat Arab dan Oman di samping keluhan saat ini di Qatar.

Otoritas Keselamatan Maritim Australia memblokir pengiriman 65.000 domba yang meninggalkan Fremantle, Australia Barat pada hari Senin (9/4/2018), di tengah masalah kesejahteraan hewan yang sedang berlangsung.

Awassi Express adalah kapal yang sama, yang dioperasikan oleh Emanuel Exports, terkait dengan kematian 2.400 domba Agustus lalu.

Awal pekan ini, Menteri Pertanian Australia, David Littleproud berpendapat penyelidikan menyeluruh terhadap kemampuan regulator ekspor langsung akan dilakukan setelah skandal itu, tetapi menolak seruan untuk larangan ekspor langsung.

RPSCA tawarkan jadi pengamat independen di kapal

RSPCA telah menawarkan untuk menempatkan pengamat independen di atas delapan pengiriman ternak domba jarak jauh, dalam upaya untuk menghindari skandal kesejahteraan hewan lebih lanjut.

"Pada titik waktu ini, kami sangat prihatin Departemen membuat keputusan yang tidak mencerminkan gravitasi dari situasi atau keseriusan risiko terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan," kata kepala ilmuwan Animal Australia, Dr Bidda Jones.

"Sudah jelas dari curahan perhatian yang kami terima dari masyarakat bahwa mereka tidak lagi mempercayai regulator untuk bertindak melindungi kesejahteraan hewan yang diekspor.

"Itulah mengapa RSPCA menawarkan diri untuk memberikan pengawasan yang penting ini."

Organisasi itu mengatakan, ada banyak staf yang mampu dan memenuhi syarat dalam menilai kesejahteraan hewan.

Dr Jones menuduh kapal ekspor hidup lainnya penuh sesak dengan domba saat meninggalkan pelabuhan sementara Awassi Express diblokir dari awal perjalanannya ke Timur Tengah.

Sumber: australiaplus.com.