press enter to search

Sabtu, 21/04/2018 07:19 WIB

Kereta & Alat-Alat Berat Wajib Pakai Bio-solar Mulai Mei 2018

| Senin, 16/04/2018 07:17 WIB
Kereta & Alat-Alat Berat Wajib Pakai Bio-solar Mulai Mei 2018 Bahan bakar bio solar untuk kereta api adalah B5, atau mengandung 5% minyak kelapa sawit. Foto: twitter @KAI121

JAKARTA (aksi.id) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan aturan baru konsumsi bio solar. Kali ini yang diwajibkan memakai bio solar adalah kereta api dan alat-alat berat.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengatakan kebijakan ini dikeluarkan untuk memenuhi komitmen pemerintah Indonesia menurunkan emisi, dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam baruan energi.

"Bauran energi itu pemerintah Indonesia komit, Presiden Jokowi sudah tanda tangan di Paris Desember 2015, untuk peningkatan penggunaan energi terbarukan hingga 23% dari konsumsi energi nasional di 2025," ujar Jonan kepada CNBC Indonesia.

Sejauh ini, lanjut Jonan, pemerintah sudah mendorong penggunaan energi terbarukan untuk bahan bakar pembangkit listrik, dan kendaraan umum di dalam negeri, lewat penggunaan bio solar dengan 20% campuran minyak kelapa sawit atau biasa disebut dengan B20. 

Namun harus ada terobosan baru sehingga komitmen di Paris tadi bisa tercapai. Karena itu, Jonan mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM baru penggunaan bio solar untuk bahan bakar kereta api dan alat-alat berat mulai 1 Mei 2018. 

Bahan bakar bio solar untuk kereta api adalah B5, atau mengandung 5% minyak kelapa sawit. Sedangkan untuk alat berat adalah B15, atau mengandiung 15% minyak kelapa sawit.

"Kami putuskan, kereta api pakai B5 karena spesifikasi mesinnya hanya bisa pakai yang 5%. Nanti per 1 Mei 2018 jalan. Alat tambang dari dulu berdebat terus, dan akhirnya diputuskan per 1 Mei itu pakai B15," jelas Jonan, kemarin

Lewat kebijakan baru ini, Jonan mengatakan, akan ada penambahan konsumsi bio solar sebanyak 1 juta kiloliter (KL) mulai 1 Mei 2018 hingga 30 April 2019. Sehingga total penggunaan bio solar pada periode tersebut bakal mencapai 3,5 juta KL. Karena penggunaan bio solar dalam setahun menurut Jonan adalah 2,5 juta KL.

Aturan ini diterapkan mulai 1 Mei 2018 agar para pemilik alat berat bisa mulai melakukan penyesuaian dari sekarang. Jonan mengatakan, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan para pengusaha terkait kebijakan baru ini. "Mereka (pengusaha) secara bertahap harus siap," cetus Jonan.

Selanjutnya Kapal Laut

Pemerintah Indonesia, ujar Jonan, akan terus mengejar target 23% penggunaan energi terbarukan dari total konsumsi energi nasional di 2025. Aturan baru ini belum bisa memenuhi target itu tanpa adanya terobosan-terobosan baru lebih jauh.

Karena itu, Jonan secara bertahap akan terus meningkatkan persentase kandungan minyak kelapa sawit dalam tiap liter bio solar. Misalnya, untuk alat berat, dari B15 akan ditingkatkan menjadi B20. Kemudian untuk kereta api dari B5 naik menjadi B10 atau B15. Lalu untuk kendaraan umum yang sekarang menggunakan B20 bisa naik menjadi B25.

"Ke depan kami akan diskusi terus dengan Gaikindo dan pabrikan alat-alat berat, juga dengan pabrik lokomotif, bagaimana tambah persentase bio solarnya. kami tambah targetnya," ujar Jonan.

Tak hanya itu, Jonan mengatakan, dirinya juga akan menerapkan penggunaan bio solar untuk kapal laut. Ini bisa membantu peningkatan konsumsi bio solar dalam jumlah besar. 

"Ada sektor lain tidak yang bisa dipakai? Kami mau coba masuk lagi ke kapal. Kapal ini kan pakai MFO. Itu akan besar pemakaiannya," kata Jonan.

Lalu, untuk solar berkualitas tinggi seperti Solar Dex yang biasa digunakan kendaraan mewah juga akan didorong untuk menggunakan bio solar. 

"Ada pembicaraan lagi, ke depan penggunaan misalnya Solar Dex. Solar yang dijual Shell, Total, atau Petronas sehingga pakai bio solar. Bio solar itu sekarang yang Toyota bisa, tapi Mercedez dan BMW kami harus bicara kepada mereka. Jadi targetnya lagi kapal laut dan mobil berskala tinggi," papar Jonan.

"Perusahaan minyak kelapa sawit siap, tinggal sekarang konsumennya siap tidak. Ini tergantung pabrikan mobil. Tapi yang pasti bio solar akan tambah 1 juta kilo liter," tutup Jonan.

Keyword Bio-solar BBM