press enter to search

Sabtu, 21/04/2018 07:18 WIB

Djoko Setijowarno: Pemda Agar Lebih Serius Sediakan Fasilitas Pejalan Kaki

| Senin, 16/04/2018 07:45 WIB
Djoko Setijowarno: Pemda Agar Lebih Serius Sediakan Fasilitas Pejalan Kaki Djoko Setijowarno

JAKARTA (aksi.id) -  Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, mengemukakan pemerintah daerah (pemda) sepaturnya serius betul menyediakan fasilitas untuk pejalan kaki.

"Kedakberesan kepala daerah mengurus fasilitas pejalan kaki yang mengakibatkan kesalahan fatal bahkan kematian dapat dituntut pidana sesuai UU LLAJ.," cetusnya kepada  Aksi.id dan BeritaTrans.com, Senin (16/4/2018).

Djoko mengutarakan setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan berupa...fasilitas pejalan kaki..(pasal 25 UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ).

Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi jalan dapat dipidana penjara maksimal 1 tahun dan dendan paling banyak Rp 24 juta (pasal 274).

Bahkan, bila merusak fasilitas pejalan kaki, dituntut pidana penjara paling lama 2 tahun dsn denda paling banyak Rp 50 juta (pasal 275)

"Kita semua pejalan kaki. Tapi sangat disayangkan peran pemda sangat minim untuk membangun fasilitas pejalan kaki yang manusiawi. Terkesan asal bangun dan asal ada," tuturnya.

Kepolisian tidak perlu menunggu laporan warga untuk memanggil kepala daerah atau kepala dinas yang terkait dengan pengadaan fasilitas pejalan kaki.

Warga dapat melaporkan ke Kantor Ombusman mengenai ketidakberesan pemda urus fasilitas pejalan kaki.

Fasilitas pejalan kaki berupa trotoar, penyeberangan (jembatan penyeberangan, zebra cross, pelican crossing, terowongan) dan non trotoar (eskalator, travelator, elevator).

Publik kurang minat untuk berjalan kaki dikarenakan iklim udara yang cukup panas, kurang penyediaan fasilitas pejalan kaki, kendaraan bermotor (mobil dan sepeda motor) masih merupakan lambang serius (masyarakat cenderung malas (manja) untuk berjalan kaki).

Peduli pejalan kaki menunjukkan pemimoinbysng peduli warganya. Penyediaan fasilitas pejalan kaki bukan sekedar untuk pencitraan pemimpin.