press enter to search

Selasa, 16/10/2018 13:19 WIB

Terus Banjir Pesanan, Xpander Sulit Dikejar Avanza

| Senin, 16/04/2018 17:50 WIB
Terus Banjir Pesanan,  Xpander Sulit Dikejar Avanza

JAKARTA (aksi.id) -  - Membludaknya permintaan Xpander membuat PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memfokuskan untuk memenuhi permintaan konsumen.  MMKSI mengklaim hingga saat suplai Xpander telah mencapai 50 persen.

Director of Sale and Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro, mengungkapkan, Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Mitsubishi Xpander secara nasional makin bertambah seiring gencarnyanya promosi ke seluruh Indonesia.

" Saat ini permohonan Mitsubishi Xpander terus membeludak, per-Maret 2018 itu sudah 60 ribuan permintaan, dan yang sudah terkirim ke Konsumen 30 ribuan, tutur Irwan disela-sela acara pembukaan Dealer Nusantara Berlian Motor berada di Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat Senin (16/4/2018).

Data  terbaru dari Gaikindo menunjukkan, sepanjang Maret 2018 penjualan Mitsubishi Xpander di atas Toyota Avanza.

Mitsubishi berhasil melepas Xpander ke pasaran sebanyak 7.493 unit, mengalahkan Toyota Avanza yang hanya 7.097 unit.

Tak hanya wholesales, hasil penjualan ritel pun bahkan Mitsubishi Xpander lebih banyak, yakni 9.338 unit, sedangkan Avanza hanya 7.173 unit saja.

Di Februari 2018, ketika pertama kalinya Toyota Avanza disalip Mitsubishi Xpander, Toyota beralasan kalau pihaknya sedang menyesuaikan produksi, guna memenuhi permintaan Toyota Rush.

Memang, angka penjualan Toyota Avanza sedikit naik dibandingkan Februari, tapi tetap saja belum bisa melewati penjualan Mitsibishi Xpander.

Berikut data penjualan Toyota Avanza vs Mitsubishi Xpander tahun 2018:

Avanza: 
Januari 7.543 unit
Februari 6.773 unit
Maret 7.097 unit.

Xpander: 
Januari 7.079 unit 
Februari 7.400 unit
Maret 7.493 unit unit.

Secara kumulatif, sepanjang tiga bulan pertama 2018, predikat mobil terlaris di Indonesia masih dipegang Xpander, dengan penjualan (wholesale) mencapai 21.972 unit. Avanza di peringkat kedua, dengan 21.413 unit.

(aisha/sumber: sindonews.com).