press enter to search

Jum'at, 14/12/2018 00:30 WIB

Ahmad Heryawan & Anis Matta Calon Kuat Cawapres dari PKS Dampingi Prabowo

| Senin, 16/04/2018 22:03 WIB
Ahmad Heryawan & Anis Matta Calon Kuat Cawapres dari PKS Dampingi Prabowo

 

JAKARTA (aksi.id) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan mantan Wakil Ketua DPR Anis Matta disebut menjadi kandidat kuat dengan elektabilitas atau suara terbanyak dari sembilan nama bakal calon presiden dan wakil presiden dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sembilan nama itu adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Fungsionaris PKS M. Anis Matta, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Anggota DPR Tifatul Sembiring, Anggota DPR Al Muzammil Yusuf MS dan Anggota DPR Mardani Ali Sera.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan sembilan nama itu sudah sesuai dengan urutan hasil pemilihan internal partai.

"Jadi kalau Pak Aher paling kuat ya karena beliau memang pilihan tertinggi dari proses penjaringan di PKS," kata Hidayat di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (16/4).

Aher kata dia, memiliki tingkat pengenalan publik cukup tinggi karena menjabat sebagai gubernur di provinsi terbesar di Indonesia. Selain itu Aher juga memiliki penghargaan cukup banyak selama menjabat.

Hidayat pun mengatakan proses pemilihan internal di PKS sudah melibatkan kader seluruh Indonesia dan di luar Indonesia. Karena mendapat nomor urut satu, Hidayat mengatakan dapat disimpulkan bahwa Aher memiliki elektabilitas tertinggi.

Meski memiliki elektabilitas tertinggi, Aher kata dia, tidak mendapat keutamaan dalam komunikasi dengan Gerindra ataupun partai koalisi.

"Untuk mengkomunikasikan maka bukan lagi urutan. Tapi mana yg bisa diterima kawan koalisi. Kalau dia diterima berarti dia memberikan tambahan potensi pemenangan di pilpres," katanya.

Di sisi lain, politikus PKS Nasir Djamil mengatakan kedua nama itu berpeluang mengisi posisi bakal cawapres untuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto atau siapapun calon dari Gerindra. 

"Anis Matta dengan jaringannya, jaringan yang dia bangun, kemudian dia sudah punya komunikasi bagus dengan semua elite-elite politik. Sedangkan Aher dia punya pengalaman, prestasi di Jabar," ujar Nasir.