press enter to search

Sabtu, 22/09/2018 08:40 WIB

Alasan Supermarket di Inggris Ogah Jual Produk Sawit: Rusak Hutan Tropis di Asia Tenggara

| Selasa, 17/04/2018 03:21 WIB
Alasan Supermarket di Inggris Ogah Jual Produk Sawit: Rusak Hutan Tropis di Asia Tenggara

LONDON (aksi.id) - Iceland akan menghentikan penggunaan produk mereknya sendiri yang menggunakan minyak kelapa sawit pada akhir tahun 2018.

Jaringan pertokoan nasional yang bermarkas di Deeside -sekitar empat jam perjalanan mobil dari London- akan menjadi supermarket besar pertama Inggris yang melarang kandungan minyak kelapa sawit, yang selama ini dipakai pada lebih dari setengah produknya, mulai dari biskuit sampai sabun.

Iceland menyatakan peningkatan permintaan akan minyak tersebut sangat merusak hutan tropis Asia Tenggara.

Spesialis makanan beku ini menyatakan kesadaran akan tantangan lingkungan minyak kelapa sawit muncul karena adanya aksi dari para pegiat lingkungan Greenpeace.

Larangan hanya berlaku bagi barang-barang dengan merek Iceland, yang berarti produk yang dijual pengecer lain di jaringan pertokoannya mungkin saja tetap mengandung sawit.

Direktur Iceland, Richard Walker, menegaskan `tidak ada minyak kelapa sawit yang berkesinambungan`.

"Minyak kelapa sawit bersertifikat saat ini tidak membatasi deforestasi dan tidak membatasi perkebunan minyak kelapa sawit," katanya kepada BBC. "Jadi selama belum ada minyak kelapa sawit yang benar-benar berkesinambungan, yang sama sekali bukan dari deforestasi, kami mengatakan tidak kepada minyak kelapa sawit."

Walker mengatakan langkah ini memang akan meningkatkan biaya tetapi tidak akan dibebankan ke pembeli: "Akan terdapat ongkos tambahan tetapi kami pikir ini adalah hal yang baik untuk dilakukan."

Salah satu spesies yang terkena pengaruh minyak kelapa sawit adalah populasi orangutan.

minyak kelapa sawit, iceland, orangutanHak atas foto AFP GETTY IMAGES
Penanaman kelapa sawit berpotensi mengganggu habitat orangutan.

Di beberapa tempat, penanaman kepala sawit menyebabkan penggundulan hutan sehingga spesies yang hidup di hutan perawan kehilangan tempat tinggal.

Sejumlah perkebunan kelapa sawit didirikan tanpa berbicara terlebih dulu dengan masyarakat setempat terkait dengan pemakaian tanah mereka atau bahkan menyebabkan peduduk setempat terusir.

Memang ada sejumlah organisasi yang berusaha mencari cara untuk menghasilkan minyak kelapa sawit dengan lebih etis dan berkesinambungan di samping semakin meningkatnya industri minyak kelapa sawit yang menerapkan praktik-praktik yang akrab lingkungan .

Meskipun terdapat tingkat kekhawatiran yang tinggi terkait pengaruh minyak kelapa sawit pada lingkungan di negara-negara tempat tumbuhan itu berkembang, sebuah penelitian terhadap lebih dari 5.000 konsumen Inggris menemukan sepertiganya tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan minyak kelapa sawit.

Tetapi begitu mereka diberitahu pengaruhnya terhadap lingkungan, 85% responden memandang minyak kelapa sawit seharusnya tidak dipakai pada makanan.

Iceland sendiri menyatakan telah menemukan resep alternatif bagi 50% produknya.

minyak kelapa sawit, iceland, orangutanHak atas foto GETTY IMAGES
Truk membawa biji kelapa sawit di Kendawangan, Kalimantan Barat.

Jaringan toko ini sebelumnya juga sudah pernah mencabut produk bermasalah dari raknya dengan menjadi supermarket pertama yang melarang tanaman hasil rekayasa genetika.

Awal tahun ini Iceland juga menyatakan akan menghapus atau mengurangi besar-besaran pembungkus plastik pada produk mereknya sendiri dengan sasaran pada akhir tahun 2023.

Tahun lalu, Bank Sentral Inggris mempertimbangkan ulang penggunaan minyak kelapa sawit pada produksi uang kertas di masa depan setelah muncul keluhan terkait penggunaan lemak asal binatang pada polimer uang kertas.

Dalam proses konsultasi dengan masyarakat, masuk sekitar 3.554 orang, dengan 88% menentang penggunaan produk asal binatang atau jauh lebih tinggi dari 48% yang menolak penggunaan bahan tambahan dari minyak kelapa sawit.

Meskipun demikian, penggunaan minyak kelapa sawit tidak disetujui Bank Sentral karena pemasoknya "tidak bisa menjanjikan tingkat kesinambungan minyak kelapa sawit yang tertinggi".

Sumber: BBC Indonesia