press enter to search

Sabtu, 21/04/2018 07:14 WIB

Kisah TKI Ilegal: Pilih Makan Ayam di Antara Godaan Prostitusi Tiap Malam Minggu

| Selasa, 17/04/2018 06:15 WIB
Kisah TKI Ilegal: Pilih Makan Ayam di Antara Godaan Prostitusi Tiap Malam Minggu Dian bersama kawan-kawan TKI lainnya

BEKASI (aksi.id) - Dua tahun, Dian Adi Wahyudi, menjadi TKI ilegal di Johor Bahru, Malaysia. Sehari-hari, dia hanya hidup di proyek perumahan dan perkebunan kelapa sawit. Selama itu pula, dia tidak pulang ke kampung halamannya di Ponorogo, Jawa Timur.

Satu-satunya hiburan adalah memancing ikan dan menangkap ayam hutan. "Saya bersama teman-teman lainnya, nggak berani ke luar dari tempat kerja, takut ditangkap. Makanya hiburannya cuma mancing dan nangkap ayam," ungkap Dian kepada Aksi.id, Senin (16/4/2018) malam.

Mereka masih dapat berkomunikasi dengan keluarga di kampung halaman. "Mandor minjemin hape untuk kami nelepon keluarga. Duh rasanya seneng banget denger suara keluarga," ujarnya.

Saat Bulan Ramadhan merupakan hari-hari yang harus dilewati dengan haru. "Buka puasa bareng. Begitu juga sahur bareng. Kami shalat tarawih di mushola darurat," tuturnya.

Kesedihan bergemuruh di dalam dada saat malam takbir dan Lebaran. "Duh, sampe nggak kuat supaya nggak nangis. Inget berlebaran bareng keluarga di kampung," cetusnya.

Seusai Shalat Idul Fitri, mereka saling bersalaman dan meminta maaf. "Lalu makan opor ayam hutan sama ikan goreng. Karena makan bareng, ya sedihnya jadi hilang," ujarnya. 

PEREMPUAN PENGHIBUR

Selain aktifitas mancing dan menangkap ayam, Dian mengutarakan ada hiburan lainnya di lokasi proyek yakni datangnya truk kontainer berisi perempuan penghibur setiap malam Minggu "Perempuan-perempuan itu diangkut pakai kontainer, yang sudah disulap jadi seperti rumah. Ada AC segala," ujarnya.

Penjaja cinta sesaat itu sebagian besar dari Bangladesh dan Myanmar. 

"Alhamdulillah, saya nggak ikut-ikutan. Takut dosa. Takut penyakitnya," tegas Dian, yang waktu itu masih bujangan.

Karenanya, dia mengaku malam Minggu dihabiskannya bersama kawan-kawan dengan menyantap ayam bakar hasil tangkapan di perkebunan sawit. Selain itu, bermain kartu remi.

 "Ayam hutan ini makanan paling mewah bagi saya. Enak banget rasanya. Jauh lebih enak ketimbang ayam kampung," cetusnya. (Agus W).