press enter to search

Sabtu, 22/09/2018 08:02 WIB

Kisah TKI Ilegal: Pulang ke Kampung Halaman, Beli Sawah & Bersiap Balik ke Malaysia

| Selasa, 17/04/2018 06:57 WIB
Kisah TKI Ilegal: Pulang ke Kampung Halaman, Beli Sawah & Bersiap Balik ke Malaysia

BEKASI (aksi.id) - Dua tahun di Johor Bahru, Malaysia, terasa sangat lama bagi Dian Adi Wahyudi, TKI ilegal asal Ponorogo, Jawa Timur.

Dalam hatinya membuncah kerinduan terhadap keluarga dan kampung halaman, yang sejak tahun 2006 ditinggalkan. Rasa rindu sering muncul, terutama saat malam, ketika hendak tidur di antara pepohonan kelapa sawit.

Dia akhirnya memutuskan untuk pulang kampung. Karena sudah bekerja dua tahun, keinginannya dikabulkan oleh mandor. Uang upah dibayarkan.

"Sebagian besar ditransfer ke rekening bank saudara saya di kampung. Lalu upah buat bayar pemulangan,termasuk tiket pesawat. Saya cuma ngambil uang kontan sekitar Rp1,5 juta untuk ongkos dan bekal di jalan," tutur Dian kepada Aksi.id, Senin (16/4/2018) malam.

Seperti ketika hendak pergi ke Johor Bahru, perjalanan berisiko maut kembali ditempuh saat kembali ke Insonesia.  Masuk ke lubang, melintasi air laut setinggi leher dan naik kapal boat di tengah kegelapan malam.

Dian akhir sampai di kampung halamannya di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorofo, Jawa Timur. Dia disambut haru keluarga, saudara dan tetangga.

Total uang Rp45 juta hasil bekerja di Malaysia, dimanfaatkan Dian untuk membeli sawah. "Ya itu setelah ngasih uang ke orang tua, keluarga dan saudara,. Sebagiannya lagi ditabung," ujarnya.

Sawah itu hingga kini masih berproduksi. "Setiap kali panen, bisa menghasilkan 25 karing gabah. Alhamdulillah," cetusnya.

KEMBALI KE MALAYSIA

Selama enam bulan, dia berada di kampung halaman. Dia akhirnya memutuskan bekerja kembali ke Malaysia. Namun tidak lagi sebagai TKI ilegal.

Dia mengurus berbagai persyaratan sebagai TKI. Lalu dia terbang dari Bandara Adisumarmo, Solo, menuju Kuala Lumpur, Malaysia, untuk bekerja di proyek perumahan di Negeri Sembilan.

Kepergian kali kedua ke Malaysia juga hanya dua tahun. Setalah itu, dia kembali ke Indonesia, lalu menikah. Istrinya tak memperbolehkan Dian bekerja lagi di Malaysia.

Kini Dian Adi Wahyudi tinggal bahagia di Bekasi. Dia memilih bekerja di satu showroom.

Dia berpesan jangan mau menjadi TKI ilegal. Selain sengsara, juga berisiko keselamatan diri sendiri. (Agus W).