press enter to search

Sabtu, 21/04/2018 07:05 WIB

Krakatau Bandar Samudera Dapat Wewenang Pandu & Tunda Kapal di Pelabuhan Marunda

| Selasa, 17/04/2018 10:55 WIB
Krakatau Bandar Samudera Dapat Wewenang Pandu & Tunda Kapal di Pelabuhan Marunda Kesibukan di Marunda Center Terminal

JAKARTA (aksi.id) - PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) mendapat pelimpahan wewenang pemanduan dan penundaan kapal di Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara. Perseroan berpotensi meraup Rp32,4 miliar-Rp36 miliar per tahun dari jasa pemanduan dan penundaan kapal di wilayah tersebut.

Direktur Utama KBS Tonno Sapoetro mengatakan pelimpahan pemanduan dan penundaan di Marunda menjadi yang kedua setelah pelimpahan serupa didapat di Tanjung Jati, Jepara pada 2013. Di Marunda, pelimpahan untuk KBS tertuang dalam SK Ditjen Perhubungan Laut No PP.304/2/14/DJPL-18.

"Di Tanjung Jati, kami sudah lima tahun, pengalaman itu menjadi modal bagi kami untuk memandu kapal-kapal di Marunda," jelasnya kepada Bisnis.com selepas acara sosialisasi pemberian izin pemanduan dan penundaan kapal kepada KBS di Jakarta, Senin (16/4/2018) malam.

Tonno mengungkapkan saat ini jasa pemanduan dan penundaan kapal sudah berlangsung lewat surat izin sementara dari Kantor Syahbandar & Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda sejak Juni 2017. Kini, KBS bakal melengkapi sejumlah fasilitas dan merundingkan tarif dengan para pengguna jasa sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dia menuturkan KBS mengerahkan dua unit tug boat untuk melayani jasa pemanduan dan penunaan kapal di Marunda. Selanjutnya, KBS siap menambah armada kapal sesuai dengan perkembangan trafik kapal di Pelabuhan Marunda.

Ekspansi ke segmen pemanduan dan penundaan kapal, menurut Tonno, bakal melengkapi bisnis perseroan di sektor kepelabuhan. Terlebih, anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. ini berniat melepas saham ke publik lewat penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada November 2018.

Dia menyebut bisnis pemanduan dan penundaan kapall berpotensi mendatangkan pendapatan Rp2,7 miliar-Rp3 miliar per tahun. Dengan kata lain, perseroan diestimasi bisa meraup Rp32,4 miliar-Rp36 miliar per tahun dari jasa pemanduan dan penundaan kapal.

(lia/sumber: bisnis.com).

Artikel Terkait :

-