press enter to search

Rabu, 25/04/2018 09:37 WIB

Kemenhub, Kemenperin, dan PTPN III Kerjasama Pemanfaatan Tanah di KEK Sei Mangkei

Redaksi | Selasa, 17/04/2018 13:02 WIB
Kemenhub, Kemenperin, dan PTPN III Kerjasama Pemanfaatan Tanah di KEK Sei Mangkei PenandatangananKesepakatan kerjasama oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dengan Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, serta Wakil Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III Dolly P Pulungan di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

JAKARTA (Aksi.id) – Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, dan PT Perkebunan Nusantara III menandatangani kesepakatan kerjasama pemanfaatan tanah dan alih fungsi hasil pembangunan prasarana perkeretaapian di kawasan industri di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, Simalungun, Sumatera Utara,i sepanjang 2,95 km.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dengan Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, serta Wakil Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III Dolly P Pulungan di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

“Kerjasama pemanfaatan ini agar dapat dioperasikan untuk mendukung KEK Sei Mangkei,” kata Zulfikri.

Ruang lingkup kerjasama pemanfaatan ini meliputi: pemanfaatan tanah dan prasarana perkeretaapian, alih status hasil pembangunan prasarana peretaapian, pengoperasian dan Perawatan prasarana perkeretaapian, pengoperasian, monitoring, dan evaluasi serta hal-hal lain sesuai dengan kesepakatan para pihak.

IMG_20180417_111721

Zulfikri mengatakan, jalur KA segmen Sei Mangkei – Perlanaan merupakan bagian dari terwujudnya jalur KA yang akan menghubungkan KEK Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.

Sebelumnya, pada 2013 – 2015 telah dilaksanakan pekerjaan peningkatan jalur KA segmen Perlanaan – Gunung Bayu sepanjang 4 km dan segmen Bandar Tinggi – Perlanaan sepanjang 15 km.

Kemudian pada tahun 2015 – 2016 dilanjutkan dengan pembangunan segmen Sei Mangkei – Perlanaan sepanjang 2,95 km. Sedangkan pembangunan segmen Bandar Tinggi – Kuala Tanjung sepanjang 21,5 km telah dimulai tahun 2011.

“Pembangunan ini sempat terhenti di tahun 2016 karena beberapa kendala teknis. Kemudian pada tahun 2017 dilanjutkan kembali dan ditargetkan selesai pada tahun 2018,” kata Zulfikri.

Bila segmen Bandar Tinggi – Kuala Tanjung telah dioperasikan, maka lintas Sei Mangkei – Perlanaan – Bandar Tinggi – Kuala Tanjung akan terhubung dengan jalur KA sepanjang 39,5 km. (aliy)