press enter to search

Sabtu, 21/04/2018 07:17 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Bandara Internasional Jawa Barat

| Selasa, 17/04/2018 13:41 WIB
Presiden Jokowi Tinjau Bandara Internasional Jawa Barat Bandara Internasional Jawa Barat. Foto: twitter @angkasaPura_2

MAJALENGKA (aksi.id) - Didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Presiden akan meninjau Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Selasa (17/4/2018).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddini ikut hadir mendampingi Presiden Jokowi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Baitul Ihwan mengatakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan mendampingi Presiden Jokowi meninjau progres pembangunan bandara yang saat ini telah mencapai 96 persen.

“Selasa siang rencananya Bapak Menhub akan mendampingi Bapak Presiden melihat langsung Bandara Kertajati. Untuk sisi udara sudah selesai 100 persen, sisi darat atau bangunannya telah mencapai 96 persen,” kata Baitul dalam siaran pers, Selasa (17/4).

Dengan progres pembangunan ini Baitul menyebut Menhub berharap bandara dapat beroperasi pada angkutan Lebaran 2018 dengan melayani penerbangan ke sejumlah kota di luar Jawa seperti Medan, Lampung, Pontianak, dan Palangkaraya. Akan tetapi kepastian kota tujuan ini juga akan melihat kembali minat pasar.

Selain untuk melayani angkutan Lebaran, kata Baitul, pada tahun ini diharapkan bandara ini juga akan dapat digunakan sebagai bandara keberangkatan calon jamaah haji asal Provinsi Jawa Barat.

PERPANJANG RUNWAY

Sebelumnya manajemen PT Angkasa Pura II menyatakan segera memperpanjang runway (landasan pacu) Bandara Internasional Jawa Barat di Kabupaten Majalengka.

Hal itu dikemukakan President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin seusai bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Direktur Utama PT Bandara Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) Penyelenggaraan Jasa Kebandarudaraan di Bandara Internasional Jawa Barat,  Senin (22/1/2018).

Rilis yang diterbitkan VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II  Yado Yarismano menyebutkan penandatanganan disaksikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang P. S Brodjonegoro dan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari.

"Setelah penandatangan tersebut, kami akan fokus pada 3 hal yaitu: percepatan penyelesaian konstruksi proyek; percepatan operasi bandara untuk mendukung Penerbangan Angkutan Haji pada Juni 2018; dan penambahan perpanjangan landas pacu dari 2500 m x 60 m menjadi 3000 m x 60 m," ungkap Muhammad Awaluddin.

Kepada Aksi.id dan BeritaTrans.com,  dia mengungkapkan PT Angkasa Pura II siapkan Rp350 miliar termasuk untuk perpanjangan runway. "Dana itu termasuk overlay/penebalan runway, tambahan exit taxiway, infrastruktur pendukung runway, dan lainnya," jelasnya.

Dia mengutarakan PT Angkasa Pura II (Persero) akan membentuk Tim  Operation Readiness and Airport Transfer (ORAT) bersama dengan PT BIJB dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Nantinya Tim ORAT akan bertugas untuk mengatur persiapan pra-operasi bandara guna memastikan kesiapan operasional bandara, termasuk melakukan inventarisasi aset dan due diligence yang diperlukan.

Dalam pengoperasian tahap awal, dia menjelaskanBIJB memiliki terminal berkapasitas 5 juta penumpang per tahun dan direncanakan  dikembangkan kapasitas ultimate-nya untuk dapat melayani 18 juta penumpang per tahun.

"Kami juga  implementasikan dan tingkatkan  soft infrastructure seperti bandara AP II lainnya dalam memberikan pelayanan kepada penumpang dalam program  Smart Airport  untuk meningkatkan customer experience melalui aplikasi mobile dan mengefisiensikan kegiatan operasional bandara dengan membangun infrastruktur digital di BIJB," ungkap Muhammad Awaluddin.

(awe)