press enter to search

Rabu, 23/05/2018 06:24 WIB

Fakta Tragedi Lingkungan Menyusul Bencana Tumpahan Minyak

| Selasa, 24/04/2018 01:17 WIB
Fakta Tragedi Lingkungan Menyusul Bencana Tumpahan Minyak Tragedi terbakarnya kilang minyak Montara di perairan Australia

JAKARTA (aksi.id) - Jenis minyak yang tumpah berperan besar dalam memitigiasi dampak pencemaran di laut atau kawasan pesisir.

Minyak ringan seperti bensin atau diesel cenderung menguap dengan cepat. Namun selain mudah terbakar atau meledak, minyak ringan juga dikenal sangat beracun sehingga bisa membunuh satwa atau menyebabkan gangguan pernafasan atau kerusakan pada kulit manusia.

  • Nigeria Ölverschmutzung Öl Ogoniland (picture-alliance/dpa/G. Esiri)

     

    Berat dan Lama

    Sebaliknya minyak berat seperti bahan bakar kapal membutuhkan waktu lama sebelum menguap secara alami. Meski tidak terlalu beracun seperti bensin atau solar, minyak berat juga bisa membunuh mahluk hidup atau menyebabkan penyakit tumor. Beberapa jenis minyak berat akan mengeras menyerupai aspal setelah beberapa pekan. Pada titik ini minyak tidak lagi berbahaya buat tanaman atau mahluk hidup

  • Irawadi Delfine (picture-alliance/dpa/WWF/Roland Seitre)

     

    Naas Nasib Satwa

    Satwa yang paling rentan terkena dampak pencemaran minyak adalah jenis yang terbiasa hidup di permukaan air. Teluk Balikpapan terkenal lantaran populasi ikan Pesut alias lumba-lumba air tawar. Sejauh ini tumpahan minyak Pertamina telah membunuh seekor mamalia laut tersebut. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih mendata kerusakan alam di Teluk Balikpapan.

  • USA Ölteppich vor Santa Barbara nach Pipeline-Leck (Getty Images/D. McNew)

     

    Pencemaran minyak memiliki dampak jangka panjang yang tidak kalah mengerikan. Tumpahan pada kawasan pesisir misalnya bisa merusak telur atau membunuh bayi binatang yang baru menetas. Sejumlah satwa di Teluk Mexiko yang terpapar tumpahan minyak dari Deepwater Horizon misalnya dilaporkan mengalami gangguan reproduksi. Dalam skala besar fenomena ini bisa berujung pada menyusutnya populasi satwa lokal

  • Indonesien Ölteppich in Borneo (Getty Images/AFP/Aridjwana)

     

    Minyak Pakan Mikroba

    Membersihkan tumpahan minyak di atas permukaan air bukan tugas ringan. Di Teluk Balikpapan Pertamina menggunakan Oil Skimmer alias perangkat pembersih lapisan minyak. Selain itu petugas juga menggunakan dispersan yang mengencerkan minyak dan memudahkan mikroba buat mengurai cairan beracun tersebut.

  • Indonesien | Ölteppich vor Borneo (Reuters/Antara Fotos)

     

    Pembersihan Massal di Darat

    Sebaliknya pembersihan minyak di kawasan pantai dan hutan bakau membutuhkan cara-cara manual dengan mengerahkan sebanyak mungkin petugas atau alat berat untuk mengumpulkan minyak yang tercecer. Selain itu petugas juga bisa menggunakan material khusus serupa tisu yang bisa mengikat minyak secara otomatis.

  • Indonesien Ölteppich in Borneo (Getty Images/AFP)

     

    Kerusakan Jangka Panjang

    Pencemaran minyak selalu menyisakan dampak jangka panjang. Karena bencana ini tidak hanya melukai ekosistem lokal, meracuni air tanah dan merusak pantai, tetapi juga membunuh sektor pariwisata dan perikanan. Dalam kasus pencemaran minyak di Teluk Mexiko 2010 silam, Exxon Valdez harus membayar kerugian senilai lebih dari 70 trilyun Rupiah kepada masyarakat (rzn/yf - noaa, dw.com).

Keyword Tumpahan Minyak