press enter to search

Kamis, 24/05/2018 01:45 WIB

11 Warga Tewas & 43 Luka Akibat Terbakarnya Pengeboran Minyak Ilegal di Aceh

| Rabu, 25/04/2018 13:21 WIB
11 Warga Tewas & 43 Luka Akibat Terbakarnya Pengeboran Minyak Ilegal di Aceh


ACEH TIMUR (aksi.id)- Korban kebakaran di sumur minyak Aceh Timur bertambah. Kebakaran pada Rabu (25/4) dini hari tersebut telah menewaskan 11 orang.

"Hingga pagi ini jenazah yang telah di evakuasi dari lokasi kejadian sebanyak 11 jenazah," ujar staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Henny Nurmayani, Rabu (25/4).

Menurutnya, proses evakuasi mengalami kendala. Hingga saat ini kobaran api masih belum sepenuhnya dapat dipadamkan.

Jenazah korban kebakaran saat ini telah dibawa ke Puskesmas Ranto Peureulah. Sedangkan, korban luka di bawa ke RSU Zubir Mahmud, RS Graha Bunda, dan RSU. Sultan Abdul Azis Syah.

"Untuk korban luka bakar yang telah dievakuasi ke rumah sakit juga bertambah, sekarang ada 43 orang," ujarnya.

Informasi yang diperoleh dari warga sekitar, sekira pukul 00.30 WIB, salah satu sumur pengeboran tersebut menyemburkan minyak mentah hingga tumpah di permukaan tanah. Warga yang mengetahui luapan minyak itu, berdatangan ke lokasi guna mengumpulkan tumpahan minyak mentah ke dalam drum penampung.

Tanpa diduga, ada percikan api sehingga dengan cepat membakar sumur dan menyambar ke segala penjuru yang sudah terlebih dahulu digenangi minyak mentah. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Peureulak datang ke lokasi guna memadamkan kobaran api.

Sebelumnya diberitakan kebakaran hebat terjadi di dapur pengeboran minyak mentah di Jalan Pendidikan, Dusun Kamar, Desa Pasir Putih, Rantau Panjang Perlak, Aceh Timur, Rabu (25/4/2018) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kapusdatin Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sebanyak 10 orang dikabarkan tewas akibat kebakaran di tempat pengeboran minyak di Diranto Panjang Perlak Kabupaten Aceh Timur.

Kemungkinan jumlam korban bisa bertambah seiring proses pendataan masih berlanjut. “Data sementara 10 orang dinyatakan tewas akibat kejadian ini, “jelas Sutopo di akun media sosialnya.

Sutopo menambahkan, para korban sebagian sudah dibawa ke RSUD Sultan Abdul Aziz Syah dan RSUD dr Jubir Mahmud.
Informasi di lapangan. kronologi kebakaran bermula saat pada pukul 00.00 WIB sumur bor yang berkedalaman sekitar 250 meter tersebut mengalami kelebihan produksi minyak mentah.

Akibat kelebihan produksi tersebut banyak masyarakat yang melakukan pengumpulan minyak di sekitar sumur bor itu untuk dikumpulkan ke dalam drum (tempat penampungan minyak).

Kemudian pada pukul 01.30 WIB tiba-tiba muncul percikan api di sekitar lokasi sumur bor tersebut, yang seketika langsung menyambar di seputaran lokasi pengeboran dan penampungan minyak. 

"Semburan api yang besar mengakibatkan puluhan orang yang berada di sekitar lokasi mengalami kebakaran dan diperkirakan korban tidak sempat menyelamatkan diri pada saat kejadian," ujar salah seorang saksi mata di lokasi kejadian

Pada pukul 02.30 WIB 2 dua unit mobil pemadam kebakaran dari wilayah Peureulak tiba di lokasi kejadian membantu untuk memadamkan semburan api. hingga pagi ini tadi api belum bisa dipadamkan.