press enter to search

Sabtu, 20/10/2018 16:06 WIB

Djoko Setijowarno: Keselamatan Pengemudi & Penumpang Taksi Online Harus Terjamin

| Kamis, 26/04/2018 08:53 WIB
Djoko Setijowarno: Keselamatan Pengemudi & Penumpang Taksi Online Harus Terjamin

SEMARANG (aksi.id) - Untuk kesekian kalinya terjadi tidakan terminal tdrhadap penumpang taksi online. Sebenarnya, tidak hanya konsumen taksi online, pengemudinya pun rentan tindakan kriminal.

Berikur ulasan dari pengamat transportasi Universitas Katolik ( Unika) Soegijaparanata Semarang Djoko Setijowarno, yang disampaikan kepada Aksi.id, Kamis (26/4/2018).

Standar keamanan usaha taksi *sudah* diatur oleh pemerintah. Memang untuk taksi online belum diatur, karena hingga kini, urusan taksi online belum selesai. Taksi online sangat rentan terhadap keselamatan baik driver maupun penumpang.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 46 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek sudah mengatur sistem keamanan menggunakan taksi.

Jenis SPM untuk keamanan, pertama ada tanda pengenal pengemudi, berupa seragam dan kartu identitas pengemudi yang digunakan selama mengoperasikan kendaraan. Kemudian kartu pengenal pengemudi yang dikeluarkan oleh perusahaan taksi dan ditempatkan di dashboard mobil.

Kedua, customer service yang bertugas menerima pengaduan dan meneruskan pengaduan tersebut untuk ditindaklanjuti.

Ketiga, lampu tanda bahaya merupakan lampu informasi sebagai tanda bahaya diletakkan di atas kendaraan.

Keempat, alat komunikasi yang merupakan perangkat elektronik dengan menggunakan gelombang radio dan/atau gelombang satelit.

Kelima, identitas kendaraan. Merk dagang taksi yang ditempatkan di pintu depan kiri dan kanan kendaraan. Nomor urut kendaraan yang terdiri atas huruf dan angka ditempatkan pada bagian belakang, kanam dan kiri, serta bagian dalam kendaraan.

Keenam, informasi nomor pengaduan. Nomor telepon pengaduan pelayanan taksi yang ditempatkan bagian kiri dalam kabin depan dan baguan kiri dan kanan dalam kabin belakang.

Ketujuh, tombol pengunci pintu untuk membuka maupun mengunci pintu di ruang penumpang maupun pengemudi.

Kedelapan, kaca film, lapisan pada kaca kendaraan paling gelap 40%.

Kesembilan, tanda taksi. Tulisan taksi yang diletakkan di atas bagian luar kendaraan dan harus menyala dengan warna putih atau kuning apabila dalam keadaan kosong. Sebagai indikator taksi dalam keadaan kosong atau sudah terisi.

Selain keamanan, PM ini juga mengatur keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan.

Pemerintah harus melindungi konsumen taksi online. Dengan makin banyaknya tindakan kriminal di taksi online, sebaiknya pemerintah menutup sementara aplikator taksi online yang bermasalah sampai pihak aplikator dapat menunjukkan cara melindungi driver dan pengguna dari upaya tindakan kriminal.

Jika pemerintah tidak tegas, kejadian serupa pasti akan terulang. Tinggal tunggu waktunya kapan akan terjadi.

Konsumen haruslah berhati hati dan jeli memilih taksi yang akan digunakan. Jangan asal pilih tarif murah, tapi jaminan keamanan, keselamatan dan kenyamanan tidak diberikan.