press enter to search

Sabtu, 20/10/2018 16:21 WIB

Korban Ledakan Sumur Minyak di Aceh Bertambah Menjadi 22 Orang

| Jum'at, 27/04/2018 14:29 WIB
Korban Ledakan Sumur Minyak di Aceh Bertambah Menjadi 22 Orang Korban meninggal kebakaran sumur minyak di Aceh bertambah. (REUTERS/Muhammad Ilyas)

BANDA ACEH (aksi.id) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh bertambah menjadi 22 orang.

"Informasi terbaru, satu orang korban meninggal dunia atas nama Rifky Mauliansyah (23)," kata Ahmad di Banda Aceh, Kamis (27/4) seperti dilansir Antara.

Rikfi merupakan penduduk di Kecamatan Ranto Peureulak dan menjadi pasien rujukan dari Rumah Sakit Sultan Abdul Azis di Peureulak, Aceh Timur. Sebelumnya Rifki mendapat perawatan medis secara intensif akibat luka bakar cukup serius.


"Ia meninggal saat dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh," kata Ahmad.

Sementara, hingga Kamis (26/4) malam, sebanyak 37 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan data sementara, juga tercatat 55 kepala keluarga atau 198 jiwa mengungsi dalam kejadian itu.

"Mereka penduduk Gampong (Desa) Pasir Putih, dan mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga terdekat," jelas Ahmad.

Sumur minyak di Desa Pasir Putih terbakar Rabu (25/4) dini hari. Diduga kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang oleh seseorang di parit yang mengandung minyak. Api berkobar selama lebih dari 24 jam, dan baru dapat dipadamkan pada Kamis (26/4) sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya Polri menyatakan  segera menelusuri unsur pidana dari insiden kebakaran sumur minyak ilegal di Aceh Timur. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan terduga pelaku terancam sanksi pidana.

"Sanksi pasti ada karena itu kan ada undang-undang pengelolaan minyak dan gas, ya," kata Setyo di Mabes Polri Jakarta, Kamis (26/4).

Setyo mengatakan sanksi seperti ini sudah berjalan bukan hanya di Aceh. Beberapa daerah lain juga yang memiliki kasus pengelolaan minyak ilegal.

"Ini tidak hanya terjadi di Aceh. Ada di beberapa daerah juga. Ini tentunya merupakan momen yang tepat untuk membenahi pengelolaan sumur ilegal tadi," ujarnya.

Setyo menyatakan sanksi pidana akan diberikan jika polisi menemukan terduga pelaku yang mengakibatkan sumur itu meledak. Namun, polisi akan memperhatikan kondisi terduga pelaku terlebih dahulu.

"(Sanksi) akan diberikan kepada terduga pelaku jika ditemukan. Tapi kalau yang disanksi nanti sudah meninggal ya gugur kasusnya," ucap dia.