press enter to search

Rabu, 18/07/2018 23:43 WIB

33 Pelabuhan Mangkrak Walau Dana APBN Rp2,8 Triliun Sudah Digelontorkan

| Jum'at, 27/04/2018 22:04 WIB
33 Pelabuhan Mangkrak Walau Dana APBN Rp2,8 Triliun Sudah Digelontorkan
 

Padahal, Inspektur Jenderal Kemenhub Wahju Satrio Utomo mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan dana daei APBN  sekitar Rp2,8 triliun untuk membangun pelabuhan tersebut.

"Pak Menhub kira-kira enam bulan lalu menugaskan kami untuk turun ke lapangan. Lokasi pemeriksaan lebih kepada pelabuhan yang KDP atau yang belum selesai. Kita juga ingin lihat pelabuhan yang sudah selesai tapi belum beroperasi. Lalu pelabuhan yang sudah beroperasi tapi tidak layak lagi untuk beroperasi," jelasnya dalam konferensi pers, Jumat (27/4/2018).


Berdasarkan hasil tinjauan, lanjutnya, memang ditemukan beberapa pelabuhan yang perlu diputuskan kelanjutan pembangunannya.

"Ada yang terkendala belum ada jalan akses, dibangun di atas lahan yang belum jelas statusnya, ada juga yang dibangun namun belum ada kejelasan pemanfaatannya," tuturnya.

Wahju menyebutkan terdapat beberapa faktor penyebab mangkraknya pembangunan pelabuhan tersebut. 

Pertama, adanya perencanaan yang kurang dilaksanakan secara terpadu. Kedua, ada juga yang tidak didukung oleh dokumen yang lengkap.

"Ketiga, pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan, kami lihat ini belum dilakukan efektif. Keempat, peran konsultan pengawas tidak dilakukan secara profesional," paparnya.

Kelima, adanya koordinasi yang kurang berjalan baik, antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, antara kantor pusat dengan pelaksana di lapangan, antara pelaksana di lapangan dengan pemerintah daerah, ataupun antara pelaksana di lapangan dengan instansi teknis lainnya yang terkait.

"Terakhir memang adanya perubahan kondisi di lapangan yang menyebabkan pelabuhan itu harus ditinjau kembali. Bisa karena faktor alam, juga mungkin kebijakan rencana tata ruang daerah," jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Wahju mengatakan pihaknya akan mengupayakan pelabuhan tersebut agar dapat digunakan secara maksimal baik diselesaikan pembangunannya atau dialih fungsikan penggunaannya.

"Yang kami lakukan adalah mencegah terjadinya kerugian negara yang lebih besar. Memang ada pelabuhan yang sudah dibangun misalnya tadinya untuk umum ternyata setelah sekian tahun kondisinya lebih baik kalau tidak jadi pelabuhan umum. Gunanya adalah agar asset ini tetap bermanfaat meskipun sekali lagi tidak seperti tujuan semua," paparnya.

Sebanyak 33 proyek pelabunan ditemukan mangkrak. Padahal, investasi yang sudah digelontorkan untuk pelabuhan-pelabuhan itu sudah mencapai Rp 2,8 triliun.

Pelabuhan-pelabuhan tersebut terdapat di Jawa, Kalimantan, Sumatera, NTB, Maluku Utara dan Papua.

Dari 33 pelabuhan tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus Purnomo mengatakan pihaknya telah menganggarkan dana untuk melanjutkan pembangunan delapan pelabuhan pada tahun ini.

"Ini sekarang dalam tahap kajian apakah ini harus terus dilanjutkan seperti dulu atau harus di-redisign. Yang jelas tahun ini ada beberapa yang harus dilanjutkan, kita optimis semua semoga bisa dimanfaatkan secara maksimal," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (27/4/2018).

Berikut daftar lengkap 33 pelabuhan mangkrak tersebut:

Sumatera Barat 
1. Tiram
2. Teluk Tapang
3. Barus
4. Tanjung Beringin
5. Pangkalan Dodek 

Kepulauan Riau 
6. Tanjung Berakit
7. Malarko (Telah dianggarkan pada TA.2018, untuk dilanjutkan/penyelesaian)
8. Dompak (Telah dianggarkan pada TA.2018, untuk dilanjutkan/penyelesaian)
9. Mocoh (Telah dianggarkan pada TA.2018, untuk dilanjutkan/penyelesaian)

Riau 
10. Meranti

Kalimantan Barat
11. Mempawah

Kalimantan Tengah
12. Batanjung

Kalimantan Timur
13. Palaran
14. Mantaritip
15. Penajam Paser
16. Sangatta (Dalam proses lanjutan pembangunan, telah dianggarkan pada TA.2018)
17. Kuala Samboja

Kalimatan Utara 
28. Sesayap

Kalimatan Selatan 
19. Marabatuan (Telah dianggarkan pada TA.2018 untuk dilanjutkan/penyelesaian)
20. Matasiri (Telah dianggarkan pada TA.2018, untuk dilanjutkan/ penyelesaian)
21. Serongga
22. Sebuku (Dalam proses lanjutan pembangunan, telah dianggarkan pada TA.2018)

Jawa timur 
23. Pacitan
24. Kalianget

Maluku 
25. Yos Sudarso
26. Batu Merah
27. Air Buaya

Maluku Utara 
28. Darume

Sulawesi Tenggara
29. Watunohu

NTT
30. Pota
31. Kolbano
32. Nunbaunsabu

Papua 
33. Sarmi (Dalam proses lanjutan pembangunan, telah dianggarkan pada TA.2018)