press enter to search

Selasa, 16/10/2018 02:31 WIB

Tambah Konsumsi Makanan dari Beras, Perempuan Berpotensi Menopause Lebih Cepat

| Selasa, 01/05/2018 15:14 WIB
Tambah Konsumsi Makanan dari Beras, Perempuan  Berpotensi Menopause Lebih Cepat Ini efek mengkonsumsi nasi berlebihan

LONDON (aksi/id) - Menambah porsi konsumsi beras atau pasta per hari bisa menyebabkan menopause `terjadi lebih cepat sekitar satu setengah tahun`.

Kesimpulan didapat oleh tim ilmuwan di Universitas Leeds, Inggris, yang melakukan penelitian terhadap tak kurang dari 14.000 perempuan. Kajian terhadap data ini ditambah dengan survei lanjutan selama empat tahun.

Tim peneliti di publikasi ilmiah, Journal of Epidemiology & Community Health, mengatakan kesimpulan ini bersifat `observasional` dan belum menemukan hubungan sebab akibat secara langsung.

Meski demikian mereka mengemukakan bahwa konsumsi karbohidrat seperti beras dan pasta bisa memicu resistensi insulin, proses yang dapat menginterfensi aktivitas hormon seksual dan meningkatkan tingkat oestrogen.

Proses ini, kata tim peneliti, mungkin menaikkan jumlah siklus menstruasi yang pada gilirannya membuat persediaan sel telur lebih cepat habis.

Di sisi lain, menambah porsi kacang-kacangan dan ikan `bisa memperlambat menopause selama beberapa tahun`.

    Menurut para ilmuwan kacang-kacangan mengandung antioksidan yang bisa mempertahankan menstruasi. Asam lemak omega 3 juga bisa menstimulasi kapasitas antioksidan.

Asam lemak omega 3 tersebut ditemukan pada ikan seperti salmon, sardin, dan makerel.

Anggota tim peneliti yang menulis di jurnal tersebut, Janet Cade, mengatakan pemahaman yang lebih dalam tentang dampak makanan terhadap menopause bisa sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat komplikasi di anggota keluarga akibat berhentinya menstruasi.

"Perempuan yang mengalami menopause lebih awal biasanya punya risiko lebih tinggi terkena osteoporosis dan penyakit jantung," kata Cade.
`Perlu kajian lanjutan`

Kathy Abernethy, spesialis menopause dan pegiat di komunitas menopause di Inggris mengatakan, "Kajian ini tidak membuktikan hubungan atau kaitan antara makanan yang dimaksud dan menopause."

"Tapi jelas, kajian ini menambah pengetahuan kita yang terbatas untuk memhami mengapa ada perempuan yang mengalami menopause lebih cepat dibandingkan perempuan-perempuan lain," kata Abernethy.

Bagi Saffron Whitehead, guru besar di St George`s University of London, penelitian ini memerlukan kajian lebih lanjut.

    Seorang ibu melahirkan bayi dengan indung telur sebelum menstruasi
    Alasan sebenarnya proses melahirkan begitu menyakitkan dan berbahaya

"Ini pendekatan yang menarik dalam melakukan penelitian tentang menopause, tapi saya pribadi tak yakin bahwa makanan saja akan menentukan kapan perempuan mendapatkan menopause. Ada banyak sekali faktor yang berperan," kata Whitehead.

Senada dengan Whitehead, Dr Channa Jayasena, dosen senior bidang kesehatan reproduksi di Imperial College, mengatakan metabolisme tubuh memainkan peran penting dalam mengatur ovulasi dan menstruasi.

"Kita bisa saja berspekulasi mengambil satu kesimpulan tentang faktor yang menunda menopause. Sayangnya, ada keterbatasan yang besar terkait dengan kajian observasional."

"Kecuali memang didapat kesimpulan valid, selama itu belum ada, tak ada alasan orang mengubah pola makan (dengan tujuan menunda menopause)," kata Dr Jayasena.

Keyword Beras