press enter to search

Jum'at, 19/10/2018 05:18 WIB

Hindari Kapal Tabrak Jembatan Mahakam, Pelindo IV Diminta Operasikan Harbour Tug

| Sabtu, 05/05/2018 10:33 WIB
Hindari Kapal Tabrak Jembatan Mahakam, Pelindo IV Diminta Operasikan Harbour Tug

SAMARINDA  (aksi.id) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda menyarankan Pelindo IV menggunakan harbour tug sebagai sarana bantu pemanduan, untuk menyesuaikan kebutuhan berdasarkan karastetistik perairan di bawah Jembatan Mahakam. 

“Sudah saya sarankan ke Pelindo, ganti kapal assist, ada kapal namanya harbour tug, spesialis untuk assist. Kapal itu maju mundur tenaganya sama. Itu akan direkomendasikan di Jembatan Mahakam,” kata Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Samarinda, Marsri Tulak Randa Bunga, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, General Manager (GM) Pelindo IV, Sofyan membeberkan pihaknya akan mengevaluasi terhadap proses pemanduan di Sungai Mahakam, khususnya di bawah Jembatan Mahakam.

"“Itu mau kami evaluasi, selama ini aman-aman saja, artinya masih cukup dengan (kapal) tunda yang telah ditetapkan (kapal tunda yang sekarang), kekuatan horse power 2.000,” katanya.

Ia melanjutkan, saat ini PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV memiliki dua kapal tunda, yang bergantian membantu pengolongan kapal-kapal bermuatan yang melintas di bawah Jembatan Mahakam. 

“Kami akan evaluasi apakah dengan kondisi tertentu kedua kapal tersebut harus nempel dua-duanya, misalnya saat arusnya deras sekali, karena kami ada dua tugboat bergantian melayani antrean kapal,” paparnya.

Sofyan menyatakan tidak menutup kemungkinan ke depan menggunakan harbour tug. Namun, kata dia hal tersebut perlu kajian.

“Nanti kami siap untuk upayakan, karena yang mengeluarkan permintaan kan pemerintah dalam hal ini KSOP, nanti kalau KSOP sampaikan ‘Pak  GM, tipenya harus begini, horse power harus begini,’ kami harus ngikutin,” imbuhnya. 

“Kalau ada ketentuan harus harbour tug, kami akan berusaha ikuti aturan yang ada, tapi tidak secepat itu. Nanti akan datang tim untuk melihat, benarkah dibutuhkan itu (harbor tug), perlu kajian sama-sama,” timpalnya. 

Sementara itu, sesuai permintaan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan, yang menyatakan kendaraan yang melintas di atas Jembatan Mahakam tidak boleh di atas 8 ton akan tetap berlaku hingga kekuatan jembatan tersebut selesai di uji menggunakan alat khusus.

Aparat kepolisian diminta mengatur lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

Ditemui Kamis (3/5), Wakapolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono menyampaikan pemasangan rambu-rambu masih dalam proses.

“Ini sedang dalam proses, untuk pemasangan dan peringatan yang akan kami lakukan, berupa banner dengan rambu-rambu peringatan, utamanya batas yang boleh melintasi jembatan, kami juga koordinasi dengan Dishub Samarinda,” katanya.

DITABRAK TONGKANG

Sebelumnya insiden tongkang batubara menabrak konstruksi jembatan Mahakam di sungai Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur, kembali terjadi pada Minggu (29/4/2018). Tongkang Bahari Perdana 018 bermuatan 8.000 matriks ton yang ditarik tugboat Bahari Perdana XVIII, menabrak fender dan tiang jembatan. Pengguna kendaraan sempat dilanda kepanikan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, di tengah awan hitam disertai angin kencang, yang menyelimuti kota Samarinda. Tugboat yang menarik tongkang, melintas di bawah jembatan.

(mia/sumber: korankaltim.com).