press enter to search

Rabu, 14/11/2018 02:52 WIB

Kapal Tol Laut Selatan Jawa Diresmikan di Dermaga Wijayapura Pelabuhan Cilacap

| Kamis, 10/05/2018 18:26 WIB
Kapal Tol Laut Selatan Jawa Diresmikan di Dermaga Wijayapura Pelabuhan Cilacap PELAKSANA Tugas Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, meresmikan Tol Laut Jawa Selatan di Dermaga Wijayapura Pelindo Cilacap, Rabu (9/5). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH PELAKSANA Tugas Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, meresmikan Tol Laut Jawa Selatan di Dermaga Wijayapura Pelindo Cilacap, Rabu (9/5). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

CILACAP (aksi.id) – Tol Laut  Selatan Jawa diresmikan operasionalnya oleh Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko  di Dermaga Wijayapura, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Cilacap.

Peresmian tol laut ini ditandai dengan pelepasan pelayaran perdana KM Bintan Utama sebagai kapal perintis rute R-106 Jalur Selatan Jawa.

Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko mengatakan adanya rintisan tol laut ini akan menjadikan pengangkutan barang dari Cilacap menuju ke Banyuwangi dan Celukan Bawang Bali menjadi lebih efisien dan efektif.

“Pada pelayaran perdana ini yang diangkut baru 1.000 ton, saya membayangkan kalau jumlah ini diangkut menggunakan truk, berapa banyak truk yang di butuhkan. Apalagi kapasitas kapal ini mencapai 4.200 ton,” ujarnya, Rabu (9/5/2018)?

Diharapkan, ke depan bukan hanya mengangkut barang atau komoditas yang dibutuhkan antar pulau, tetapi juga mengangkut penumpang. Selain itu juga diharapkan bisa membuka jalur laut Utara, melalui Juana dan Tegal.

“Akan sangat mendukung UMKM di Jawa Tengah, karena banyak produk Jateng dijual ke pulau-pulai sampai ke Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara dan lainnya. Jika didukung banyak potensi pelayaran dan laut, maka akan lebih mudah,” katanya.

Menurutnya, tol laut selatan jawa ini ke arah timur menjadi rintisan pertama. Kedepannya juga dari Cilacap akan menuju ke wilayah Barat.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji juga menambahkan, dengan adanya tol laut di Laut Selatan Jawa ini juga bisa memudahkan dan mengungkit ekonomi masyarakat Cilacap, khususnya UMKM. Pasalnya tidak sedikit produk UMKM yang ada di wilayah karasidenan Banyumas ini yang memiliki kualitas baik. Serta dijual ke daerah lainnya.

“Produk UMKM yang ada di eks distrik Banyumas ini banyak produk yang bukan diperuntukkan lokal, tetapi juga ekspor, (dengan tol laut, red) memudahkan pengiriman barang,” ujarnya.

Untuk itu Bupati juga berharap kepada pemerintah untuk segera menghidupkan Jalan Lintas Selatan Selatan (JLSS), serta menghubungkan jalan tol antara Cilacap-Yoyakarta, Cilacap-Tegal dan Cilacap-Tasikmalaya. Infrastruktur ini untuk mendukung adanya tol laut yang sudah mulai diresmikan kemarin.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Chandra Irawan, yang mewakili Dirjen Perhubungan Laut menyampaikan pada pelayaran perintis perdana ini baru melayani tiga pelabuhan, mulai dari Cilacap, Banyuwangi dan Celukan Bawang, Bali.

Saat ini baru ada kapal yang akan mengangkut barang komoditas dari Cilacap. Selama 14 hari, kapal dengan ukuran 2598 GT dengan kapasitas 4.200 ton akan menuju Cilacap-Banyuwangi-Celukan Bawang-Banyuwangi-Cilacap.

“Kedepan jika infrastruktur pelabuhan lain sudah siap, maka akan dilanjut.  Karena akan menghubungkan antar pesisir di selatan, karena banyak komoditas yang perlu didistrubusikan,” ujarnya.

Cilacap dipilih titik pangkal tol laut di laut selatan Jawa ini, kata dia karena saat ini pelabuhan di Cilacap yang sudah siap dari infrastruktur. Selain karena pelabuhan di wilayah lainnya belum siap.

“Fasilitas pelabuhan sudah cukup memadai, contohnya ada bunker, lapangan logistik, gudang, dan juga jangkauannya dari pelabuhan akses sudah siap semua, dan kedepan yang lain demikian,” katanya.

Pada tahun 2018 ini, Kementrian perhubungan menyelenggarakan 113 angkutan perintis yang tersebar di 41 pelabuhan. Ada sebanyak 46 trayek yang dilayani oleh PT Pelni melalui penugasan, sedangkan untuk 67 trayek lainnya dilayani oleh perusahaan swasta melalui pelalangan umum.

“Pelayaran ini diinisiasi oleh kapala daerah di pesisir pantai Selatan jawa, untuk meningkatkan perdagangan antara wilayah sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Pada peresmian Tol laut Selatan Jawa ini juga dihadiri oleh Bupati Pacitan Jawa Timur, Eakil ketua Umum Asosiasi Bupati Seluruh Indonesia, Emil Dardak, Forkopimda Cilacap, KSOP, SKPD dan tamu undangan lainnya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Bupati Seluruh Indonesia, Emil Dardak mengatakan kesiapan komoditas bukan hanya disiapkan dari Cilacap saja, tetapi juga wilayah pesisir selatan lainnya, seperti di Trenggalek dan juga Pacitan.

“Harus ada muatan balik. Jika seperti Trenggalek ada banyak potensi genteng, dan lainnya yang bisa dimanafaatkan, lalu di pacitan ada komoditas galian C yang bisa digunakan untuk industry di Cilacap,” ujarnya.

(via/sumber: satelitpost.com).

Artikel Terkait :

-