press enter to search

Selasa, 16/10/2018 02:30 WIB

Mahathir Mohamad Khawatirkan Investasi China Lucuti Kedaulatan Ekonomi Negara

| Kamis, 10/05/2018 22:32 WIB
Mahathir Mohamad Khawatirkan Investasi China Lucuti Kedaulatan Ekonomi Negara Mahathir Mohamad

JAKARTA (aksi.id) - Berbeda dengan Najib Razak yang menawarkan janji-janji terukur dalam kampanyenya, Mahathir Mohamad cenderung menyampaikan janji normatif saat kampanye.

Bukan tanpa alasan, Mahathir mengatakan usianya sudah terlalu tua untuk menawarkan janji muluk. Namun dia akan berusaha keras menciptakan pemerintahan bersih, jargon yang juga menjadi andalannya untuk menyerang lawan.

"Saya sadar sudah terlalu tua dan saya tak punya banyak waktu. Ini terakhir kali saya bisa berkontribusi, berjuang untuk negara," kata Mahathir, Selasa (8/5/2018).

Berikut beberapa janji Mahathir yang disampaikan saat kampanye atau kepada media yang dirangkim inews:

1. Korupsi

Mahathir kerap mengangkat kasus penggelapan dalam proyek strategis pemerintah 1MDB saat kampanye dan di beberapa kesempatan. Kasus ini mendunia karena melibatkan banyak negara sebagai investor.

Tuduhan penggelapan oleh Najib berkembang sejak 2015, 1MDB disebut-sebut dimanfaatkan untuk menyedot dana negara ke rekening pribadi.

2. Harga Diri Bangsa

Sehari sebelum pemungutan suara, Mahathir mengatakan, Pakatan Harapan akan menyelamatkan negara dari prinsip uang adalah raja. Prinsip ini memunculkan budaya korup.

“Kita tidak dikenal sebagai negara yang memiliki demokrasi, malah sebagai negara kleptokrasi. Kita kehilangan harga diri. Kita malu dikenal sebagai orang Malaysia,” katanya.

Menurut dia, Malaysia harus diselamatkan dari prinsip uang adalah raja. Harga diri seolah bisa dibeli dengan uang, sehingga yang muncul adalah rasa malu, merasa diremehkan, dan dibuat bodoh.

3. Investasi Asing

Dalam wawancara dengan Bloomberg, Mahathir mengatakan akan bersikap tegas dengan investor asing, terutama China. Mahathir siap menerima investasi China jika perusahaan mau beroperasi di Malaysia. Investasi China bisa menyerap tenaga kerja lokal serta terjadi transfer teknologi.

Namun jika tidak, Mahathir akan menolaknya. "Di sini kami tidak mendapatkan apa-apa dari investasi itu," kata dia.

Dia juga mengkhawatirkan investasi China menyebabkan ketimpangan serta melucuti kedaulatan ekonomi negara. Sebagai contoh, pembangunan apartemen Country Garden Holdings sebesar USD110 miliar di Negara Bagian Johor, yang per unitnya dijual 1 juta ringgit. Sementara pendapatan rata-rata tahunan penduduk Malaysia pada 2016 tercatat 62.736 ringgit.

"Kita tak punya banyak orang kaya untuk membeli apartemen semahal itu, jadi Anda seperti membawa orang asing masuk. Tidak ada negara yang ingin banyak orang asing masuk ke negaranya," katanya.

Dia tak ingin Malaysia bernasib sama seperti Sri Lanka yang kehilangan banyak tanah karena tak mampu membayar utang ke China. Pada tahun lalu, Pemerintah Sri Lanka memberikan pelabuhan Hambantota kepada perusahaan patungan China yang dipimpin perusahaan pelat merah.

4. Negosiasi Ulang Proyek

Jika Pakatan Harapan menang, beberapa proyek akan dinegosiasi ulang, salah satunya East Coast Rail Link yang diperkirakan memakan anggaran 55 miliar ringgit. Mahathir akan mengurangi proyek rel kereta dengan panjang 688 kilometer itu. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada 2024.

5. Laut China Selatan

Hal lain yang akan diperjuangkan Mahatir adalah memulai kembali negosiasi atas akses Malaysia terhadap Laut China Selatan dengan negara tetangga. Malaysia mengklaim kepemilikan wilayah di Laut China Selatan, bersama China, Filipina, dan Vietnam.

"Kami harus memastikan suara kami didengar karena Malaysia memiliki pulau-pulau di kawasan itu dan kami harus mempertahankannya," ujarnya. (awe).